JD.id, Jakarta — PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) mempertegas dominasinya di pasar kendaraan niaga ringan melalui partisipasinya dalam GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026. Mengandalkan seri Gran Max, pabrikan asal Jepang ini berupaya menjawab kebutuhan mobilitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
Berdasarkan data pasar otomotif tahun 2025, kendaraan niaga menyumbang sekitar 27 persen dari total penjualan nasional, atau setara dengan 222.000 unit dari total pasar 834.000 unit. Di tengah persaingan ketat, Daihatsu berhasil mempertahankan posisi kedua pasar otomotif nasional selama 17 tahun berturut-turut dengan raihan pangsa pasar 16,5 persen atau sekitar 137.000 unit.
Kekuatan Daihatsu di sektor komersial terletak pada Gran Max. Sepanjang 2025, Gran Max Pick Up memimpin segmen Pick Up Low dengan pangsa pasar mencapai 58 persen (43.000 unit).
Sementara di segmen semi-commercial, varian Blind Van dan Mini Bus menyapu bersih 92 persen pangsa pasar dengan penjualan lebih dari 18.000 unit.
Sejak 2007 hingga Februari 2026, total populasi Gran Max di Indonesia telah menembus angka 900.000 unit.
“Capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan pelaku usaha. Gran Max dirancang sebagai ‘Sahabat Bisnis’ yang adaptif dengan berbagai varian mesin dan model untuk mendukung distribusi logistik hingga operasional UMKM,” ujar Tri Mulyono, Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation, di Jakarta, Rabu (8/4).
Dalam pameran GIICOMVEC yang berlangsung di JIExpo Kemayoran pada 8–11 April 2026, Daihatsu memamerkan empat transformasi unit Gran Max untuk menunjukkan fleksibilitas karoseri:
1. Gran Max Mobile Market: Model konsep minimarket berjalan untuk menjangkau konsumen di lokasi strategis.
2. Gran Max Blind Van Logistic: Dilengkapi transmisi otomatis (AT) untuk efisiensi pengiriman logistik perkotaan yang padat.
3. Gran Max Pick Up 1.5 AC PS: Kendaraan angkut beban berat untuk distribusi sembako dan kebutuhan pokok.
4. Gran Max Mini Bus Lifestyle: Menunjukkan sisi personalisasi kendaraan niaga untuk kebutuhan komunitas dan gaya hidup.
Ekosistem Purnajual sebagai Kunci
Di sektor kendaraan niaga, keandalan mesin bukan satu-satunya faktor penentu. Kemudahan servis dan ketersediaan suku cadang menjadi variabel krusial bagi pelaku usaha guna meminimalisir “downtime” operasional.
Untuk mendukung hal tersebut, Daihatsu saat ini mengoperasikan lebih dari 260 gerai resmi, 170 bengkel, serta 3.320 toko suku cadang di seluruh Indonesia. Layanan jemput bola melalui 320 unit “Daihatsu Mobile Service” (DMS) juga diperkuat untuk menjangkau pelaku bisnis di daerah terpencil.
“Layanan purnajual adalah faktor utama keputusan pembelian di segmen komersial. Kami berkomitmen menghadirkan aksesibilitas dari Sabang sampai Merauke agar bisnis pelanggan terus tumbuh tanpa kendala teknis,” tambah Tri.
Saat ini, Gran Max dipasarkan dengan rentang harga kompetitif:
● Varian Pick Up: Rp 167 juta – Rp 180 juta
● Varian Blind Van: Rp 180 juta – Rp 228 juta
● Varian Mini Bus: Rp 212 juta – Rp 233 juta
Dengan target pertumbuhan ekonomi yang tetap positif di tahun 2026, penguatan penetrasi di sektor kendaraan niaga ringan ini diharapkan mampu menyokong efisiensi rantai pasok nasional, terutama di tengah tren digitalisasi logistik dan ekspansi UMKM ke wilayah suburban.











