JD.id, Tangerang — PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menggelar sesi panel diskusi bertajuk “Membangun Generasi Vokasi Unggul untuk Industri Transportasi Indonesia Masa Depan” di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini menyoroti pentingnya sinergi antara dunia industri dan pendidikan vokasi guna menjawab tantangan sektor transportasi yang terus berkembang pesat.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Sales & After Sales Director HMSI, Susilo Darmawan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa dukungan terhadap dunia pendidikan merupakan wujud nyata kontribusi Hino bagi Indonesia.
“Bagi Hino, mendukung dunia pendidikan merupakan bagian dari kontribusi kami untuk Indonesia. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, kami ingin membantu mencetak lulusan yang siap bekerja dan menjawab kebutuhan industri,” ujar Susilo Darmawan.
Dikesempatan yang sama, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Arie Wibowo Khurniawan, yang turut hadir sebagai narasumber, memaparkan pentingnya mengelola bonus demografi secara tepat. Menurutnya, mayoritas struktur demografi Indonesia saat ini didominasi oleh Generasi Z.
“Bonus demografi tentu saja bukan secara otomatis menjadi keuntungan untuk Indonesia, tetapi bonus demografi ini harus kita bisa konversi agar bonus demografi ini menjadi SDM yang kompeten, sehat, produktif,” ungkap Arie.
Ia menambahkan, sektor manufaktur dan transportasi saat ini mulai memasuki fase ekspansi yang ditandai dengan peningkatan produksi. Kondisi ini otomatis memicu lonjakan kebutuhan tenaga kerja. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dari industri sangat dibutuhkan agar kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja dapat diminimalkan.
“Industrinya harus masuk ke SMK. Kalau industri belok kanan, kami pasti belok kanan. Industri belok kiri, kami pasti ikut belok kiri,” tegas Arie, menyoroti pentingnya industri berperan sebagai co-designer, co-investor, hingga co-evaluator dalam ekosistem pendidikan vokasi.
Dari sisi industri, Hino Academy & Customer Center Division Head HMSI, Pieter Andre, memaparkan bahwa jumlah mekanik Hino mengalami lonjakan signifikan dari sekitar 800-an orang pada era sebelum COVID-19 kini telah meningkat pesat menjadi 2.000 mekanik, seiring bertambahnya populasi kendaraan Hino yang melampaui 340.000 unit. Untuk memastikan kualitas lulusan sesuai standar industri termasuk melalui seleksi ketat seperti tes kesehatan bebas buta warna serta perhatian khusus terhadap kesiapan mental Gen Z. Hino mengimplementasikan program kemitraan strategis. Pieter Andre juga menambahkan penjelasan terkait kolaborasi ini:
”Memang diharapkan kita bisa mendukung pemangku kepentingan lain, tetapi kami melakukan inisiasi untuk mengurangi kesenjangan (gap) karena pelanggan kami membutuhkan unit yang siap pakai (ready)… Dengan kita titipkan kurikulum, alat praktik, dan kendaraan ke lapangan SMK, metode ini dapat mengurangi kesenjangan karena jauh lebih efisien dibandingkan melatih secara mandiri dari awal,” ujar Pieter.
Senada dengan hal tersebut, Direktur PT Duta Cemerlang Motors, Christian Hemasurya, mengungkapkan bahwa program kemitraan seperti Hino Indonesia Partnership School (HIPS) mampu memangkas waktu adaptasi secara drastis.
”Kalau secara konvensional, kita butuh waktu sampai setahun agar mekanik baru bisa siap. Dengan adanya HIPS ini, kita shortcut. Secara technical skill mereka sudah siap, sehingga dari lingkungan sekolah ke lingkungan kerja mereka hanya butuh waktu sekitar tiga bulan untuk beradaptasi” ujar Christian.
Meski demikian, untuk posisi tertentu yang membutuhkan tingkat pengalaman lebih tinggi (senior technician), diler secara berkala tetap merekrut tenaga berpengalaman dari luar. Melalui kolaborasi berkesinambungan antara pemerintah, diler, agen pemegang merek (APM), serta ribuan SMK di seluruh Indonesia, ajang diskusi ini optimis dapat melahirkan SDM sektor transportasi yang unggul, kompeten, dan berdaya saing tinggi untuk menyongsong masa depan Indonesia Maju.













