Jakarta – Kami sangat mengapresiasi pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara karena, sudah memberdayakan perempuan. Dimana Sekda Provinsi dan Sekda Kota di pimpin seorang perempuan, serta di Dinas – dinas ASN memang sangat diperhitungkan dan diberikan kesempatan kepada perempuan dalam ikut membangun dan memajukan daerahnya. Hal ini disampaikan Ketua DPD KPPI Sulawesi Tenggara, Suleha Andi Bahar S.Pd. M.Pd pada hari Sabtu (27/02).
“Keterwakilan perempuan di kancah politik terutama di wilayah Sulawesi Tenggara hampir mendekati 30% meski demikian untuk posisi di pemerintahan daerah (khususnya Sulawesi Tenggara) banyak di tempati kaum perempuan,” Kata Suleha saat ditemui awak media di sela – sela acara Rakernas II KPPI di Morrissey Hotel Residences, Jakarta Pusat.
Suleha juga megungkapkan terkait program-program DPD KPPI Sulawesi Tenggara yang selama ini telah berjalan salah satunnya adalah pemberian sedekah kepada perempuan yang bekerja di kuburan.
Mengenai kendala yang dihadapi saat ini, Suleha yang juga menjabat sebagai Ketua Partai Berkarya Kota Kendari ini mengungkapkan, masih banyaknya ketua-ketua partai yang belum mengerti bahwa ada wadah atau tempat bagi perempuan ketika mereka duduk di parlemen.
“Contohnya saya pernah mengikuti Pemilu tahun lalu, karena ada satu dapil yang tidak lolos karena tidak cukup 30% perempuan akhirnya tidak lolos, kendala kita memang di perempuan karena mereka beranggapan bahwa politik itu kejam.” ujar Suleha.
lanjutnya, Kendala lain KPPI Sulawesi Tenggara adalah banyak perempuan yang duduk di pengurus partai tetapi tidak paham tujuan mereka masuk partai.
” Harapan kami dengan terlaksananya Rakernas II KPPI tentunya kami yang didaerah menginginkan supaya ada sentuhan dari hulu ke hilir (bertujuan) apa yang kami lakukan di daerah (khususnya di hulu) untuk mencari peluang bagi para pekerja yang dibawah,” pungkasnya.













