Baitul Maal Hidayatullah Launching Program 100 hektar Lumbung Pangan Santri

Jakarta — Baitul Maal Hidayatullah (BMH), untuk memberikan jaminan ketersediaan pangan santri  yang berjumlah 79.500 jiwa yang menimba ilmi di 630 pesantren binaan BMH dari Aceh hingga Papua, maka pada hari Kamis siang (08/04) menggelar launching Program 100 hektar lumbung pangan santri.

Direktur Marketing Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Tri Winarno mengatakan, program ini guna menjamin ketersediaan pangan bagi santri BMH.

“Guna menjamin ketersediaan pangan bagi santri yang berjumlah 79.000 jiwa menimba ilmu di 630 pesantren binaan BMH dari Aceh hingga Papua, tahun ini kami melaunching ‘Program 100 Hektar Lumbung Pangan Santri’,” kata Tri Winarno.

Lokasi program ini berjalan di berbagai daerah di Indonesia. Yaktu Pebayuran Bekasi, Luwu Timur Sulawesi Selatan, kebun gizi hidroponik di Depok, kebun sayur di Balikpapan, Kaltim.

“Lalu budidaya jamur tiram di Jatim, perikanan bandeng di Konawe Selatan, Sultra dan pertanian  bawang prei di Lumajang, Jatim,” ujar Tri.

Lanjutnya, Program ini akan memberikan efek positif  yakni, mengurangi potensi alih fungsi lahan pertanian, mengembangkan usaha produktif di bidang pertanian, serta meningkatkan taraf hidup para petani.

“Diharapkan pada tahun 2025 program ini dapat berjalan dengan baik yang memenuhi target 500 hektar sawah lumbung pangan santri,” ujar Tri.

Dalam hal ini BMH, hadir dengan kemudahan donasi secara offline maupun online. Secara offline kantor BMH di 32 Perwakilan di seluruh Indonesia telah disiagakan dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang memadai. Kemudian juga tersedia konter layanan ZIS serta layanan jemput zakat 24 jam.

Secara online para muzakki dapat menyalurkan zakat, infaq dan sedekah melalui www.berbagikebaikan.or.id dan www.bmh.or.id. Juga tersedia transfer bank.

Selain itu, BMH mendorong program semangat para UMKM khususnya memperjuangkan ekonomi bagi kaum ibu dan janda. Saat ini sudah berjalan bekerjasama dengan Sekolah Ibu Hebat.

Merupakan program pemberdayaan ekonomi bagi kaum ibu dan janda yang diketuai oleh Evi Riyana, yang terus membantu dan memdorong pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga bahkan menjadi tulang punggung keluarga.

Ia menyebutkan bahwa program dari BMH sangat membantu tidak hanya melalui pembinaan keterampilan, pemberian modal, dan pendampingan usaha, bahkan sampai tingkat pemasaran.

Program ini juga dapat menjadi solusi dalam mengatasi rendahnya kesempatan kerja bagi Ibu Hebat dengan cara berwirausaha dan membangun jaringan komunitas usaha Ibu Hebat.

Pada 2021 ditargetkan ada 500 penerima manfaat dari Program Ibu Hebat ini yang tersebar di 10 Kota Besar di Tanah Air.

Ibu Hebat yang telah berhasil melakukan produksi berupa komoditi yang siap pasar, BMH juga memberikan bantuan pemasaran produk usaha, sehingga mempercepat perputaran modal dan keuntungan untuk segera berkembang dan terus berkembang.