JOURNALDJAKARTA.id– PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Rabu (9/6). Emiten yang bergerak di bidang pertambangan bijih besi (Fe) dan Galena di Indonesia ini, membidik pertumbuhan produksi capai 20-30%.
Angka ini mencapai 564.000 ton di tahun 2021. Hal ini seiring dengan membaiknya harga serta peningkatan permintaan khususnya pada komoditas bijih besi.
Direktur Keuangan Hendra Susanto William mengungkap, ZINC sudah mencatatkan penjualan sekitar Rp 220 miliar, dengan gross profit sebesar Rp 115 miliar, dan untuk net profit setelah pajak sebesar Rp 64,7 miliar.
Bila dibandingkan dengan capaian pada periode sama tahun lalu, yakni periode kuartal I 2020, capaian penjualan tersebut memang relatif lebih besar. Tercatat, penjualan ZINC di kuartal I 2020 mencapai Rp 166,74 miliar berdasarkan laporan keuangan interim perusahaan.
“Hasil inilah yang menyebabkan kenapa kami dari segi manajemen ZINC secara optimis dan positif menyatakan bahwa untuk 2021 ini kami yakin akan menjadi tahun yang baik untuk ZINC,” papar Hendra dalam sesi acara paparan publik di Jakarta, Rabu (9/6).
Optimisme ZINC dalam mengejar pertumbuhan penjualan juga berdasar pada adanya potensi pendapatan dari penjualan bijih besi pada tahun ini. Asal tahu, ZINC telah melakukan penjualan bijih besi perdana mulai Januari 2021 lalu ke salah satu pabrik peleburan di Indonesia.
Berdasarkan hitungan perusahaan, ZINC bisa mendapatkan pendapatan tambahan sekurang-kurangnya US$ 10 juta – US$ 15 juta dari penjualan bijih besi di sepanjang tahun ini.
Guna menunjang kinerja dan rencana-rencana perusahaan, ZINC menganggarkan belanja modal sebesar US$ 7 juta – US$ 8 juta ton pada tahun ini. Anggaran tersebut bakal dipergunakan untuk pengembangan infrastruktur terowongan, meningkatkan safety dan menambah jumlah alat berat untuk menunjang peningkatan kapasitas produksi.













