JOURNALDJAKARTA.id– PT Indonesian Tobacco, Tbk adalah perusahaan manufaktur tembakau iris dengan status market leader di Indonesia, merilis pencapaian kinerja PT Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC / Perseroan) dan Laporan Keuangan yang tidak diaudit untuk kuartal 1 tahun buku 2021.
Pertumbuhan Kinerja Perseroan ITIC berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 45,8 miliar pada Q1 2021dibandingkan dengan Q1 2020 sebesar Rp 44,9 miliar, dan peningkatan marjin bersih
dari 3,9% pada Q1 2020 menjadi 4,3% pada Q1 2021. Kinerja penjualan ITIC pada Q1 2021 naik menjadi Rp 45,8 miliar dibandingkan Rp 44,9 miliar yang tercatat di Q1 2020(meningkat 2%).
Perseroan juga mencatatkan laba operasional sebelum pajak dengan peningkatan sebesar 14%, yaitu sebesar Rp 3,2 miliar di Q1 2021, lebih tinggi
dibandingkan dengan periode Q1 2020 sebesar Rp2,8 miliar, dan membukukan laba operasional bersih di Q1 2021 sebesar Rp 1,9 miliar naik 9% dibandingkan Q1 2020 sebesar Rp 1,7 miliar yang memeperlihatkan pencapaian profitabilitas yang stabil dan terjaga.
Kinerja Perseroan per 31 Maret 2021 dibukukan dengan kepemilikan total aset yang sedikit meningkat sebesar Rp 510,4 miliar dibandingkan 31 Desember 2020 sebesar Rp 505,1 miliar.
Kinerja yang positif ini adalah hasil dari pertumbuhan penjualan yang baik dicapai dengan
perluasan market share dan inisiatif manajemen untuk melakukan pengendalian biaya yang bertujuan meningkatkan kualitas performa keuangan yang lebih baik dan memperkuat pondasi perusahaan untuk bertumbuh lebih cepat dan bertahan lebih kuat
pasca kondisi pandemi di tahun-tahun mendatang.
Pandemi Covid-19 sampai dengan saat ini masih menghantui Indonesia, bahkan diperparah lagi dengan munculnya Varian Delta yang lebih ganas dan lebih menular.
Perseroan terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah risiko penyebaran Covid-19. Protokol tersebut termasuk menjaga jarak aman antara pekerja dengan minimal satu meter, khususnya di unit produksi, persyaratan untuk memakai masker, pengunaan vitamin dan menyediakan pembersih tangan dan wastafel dengan sabun di setiap fasilitas kerja.
Perseroan juga akan mengambil langkah untuk meminimalkan risiko lebih lanjut dengan
mewajibkan setiap karyawannya untuk membawa makanan dan peralatan sendiri, dan secara rutin, Perseroan juga sering melakukan pengecekan suhu dan desinfeksi area kerja secara rutin.
TIC akan terus menunjukkan komitmennya untuk menjaga kesejahteraan karyawan, pelanggan, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya. Perseroan tetap pada pandangan demi mempertahankan sikap positifnya hingga sisa tahun 2021 dengan dimulainya program vaksinasi nasional dan perseroan pun yakin permintaan produknya akan tetap kuat menjelang sisa tahun ini.
Ke depan, Perseroan optimis untuk mencapai target pertumbuhan 10% untuk pendapatannya. Selain itu, ketidakpastian kondisi ekonomi yang semakin menekan pendapatan rumah tangga, tekanan yang cukup besar pada daya beli konsumen.













