Viralnya Ahon Pengguna Mobil Dinas TNI Harus di usut Tuntas

Jakarta — Semakin menyedihkan TNI yang selama ini kita banggakan tercoreng kembali  dengan beredarnya terkait video viral warga sipil keturunan tionghoa bernama Suherman Winata atau Ahon yang mengaku anggota TNI dan  diduga menggunakan mobil dinas TNI AD untuk membeli makanan di warung dengan mengenakan pakaian kaos putih serta bercelana pendek dan sendal jepit.

Seperti yang telah diketahui melalui laman berita detik.com pada Sabtu 23 Maret 2019, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memperingatkan mengenai fasilitas dan sarana mobil Plat TNI yang dikendarai Prabowo pada acara relawan Prabowo – Sandi di GOR Padjajaran, Bogor tidaklah boleh digunakan dalam kegiatan politik bahkan tindakan itu adalah pelanggaran.

Dan inilah sedikit kutipannya yang dilansir, “Kalau itu benar pelaku TNI saya pikir Panglima akan ambil langkah tegas, tetapi banyak yang sudah pensiun masih menggunakan plat tentara, mungkin mereka pegang itu saya tidak tahu persis,” ucap Moeldoko kepada wartawan di Rumah Aspirasi Jokowi-Ma’ruf, Jl Proklamasi Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/3/2019).

Selanjutnya dalam laman media tersebut Moeldoko menegaskan. “Tapi yang jelas jangan coba-coba gunakan sarana, prasarana, alat perlengkapan militer untuk politik praktis. Itu dilarang, siapa pun mereka. Nggak elok, nggak bagus, bahkan pelanggaran,” ujarnya.

Video viral seorang pria keturunan China yang memakai mobil dinas TNI ini juga ternyata menarik perhatian dari Ketua Yayasan Nderek Jokowi Indonesia, Harry Amiruddin. Melalui keterangan tertulisnya yang diterima awak media Senin, 5 Oktober 2020, Harry menegaskan, masalah ini harus diusut sampai tuntas agar tidak terulang kembali.

” Kejadian ini, sangat mencoreng citra dari TNI itu sendiri,” ujar Harry.

Ia menambahkan, kita tidak menyudutkan satu etnis tertentu, tetapi keadaan ini telah membuat sakit hati dimata masyarakat yang
selama ini sangat menghormati TNI.

“Kalau sudah begini bagaimana lagi harga diri kita sebagai bangsa. Maka usut tuntas apabila Ahon menyelahi aturan Undang -undang yang sudah ditetapkan,”tegasnya.

” Hal ini untuk menghindari gesekan dan kecemburuan sosial yang memang ngata-nyata sudah terlihat,” pungkasnya.