Aktifis 98 Tegak Lurus Cita-Cita Reformasi

JD.id, Jakarta — Aktivis 98 Korban Represi Orde Baru menyatakan pernyataan sikap. Adapun lima pointbyang digaris bawahi, berikut isinya sebagai berikut;

1. Indonesia memasuki episode “Darurat Pelanggaran HAM Berat”, karena sejumlah kasus pelanggaran HAM berat sampai saat ini tidak pernah diadili.

2. Pertanyaan Ganjar Pranowo kepada Prabowo Subianto dalam Debat Capres Perdana 12 Desember 2023 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum, tentang dimana makam para aktifis yang diculik dan dibunuh pada peristiwa 98, adalah pertanyaan yang benar-benar mewakili susana kebhatinan dan perjuangan orangtua dan keluarga korban, serta kawan-kawan aktifis 98 yang masih berdiri tegak lurus dengan cita-cita Reformasi 98 untuk mengungkap kebenaran sejati atas peristiwa kejahatan terhadap kemanusiaan. Dan karena itu, kami patut menyampaikan terima kasih kepada Bapak Ganjar Pranowo sebab pertanyaan tersebut sangat penting untuk ditindaklanjuti karena sudah menjadi “Notoire Feiten Notorious’ yang berarti setiap hal yang sudah umum diketahui dan tidak perlu lagi dibuktikan.

3. Mendorong dan meminta pemerintah membentuk pengadilan HAM (ad hoc) kasus penculikan dan penghilangan paksa aktivis 1997/1998, untuk mengungkap, menyeret ke penjara para pelaku atau aktor utama yang sesungguhnya.

4. Kami akan segera membentuk tim gabungan untuk mencari dan menemukan makam /kuburan dari kawan-kawan aktivis yg telah diculik, dihilangkan paksa, serta di bunuh secara kejam.

5. Kami mendesak pemerintah untuk membangun Museum Peringatan Kejahatan HAM yang telah terjadi di Indonesia. Ini adalah bentuk pengingat, komitmen moral, dan tanggung jawab bersama agar kejahatan serta pelanggaran atas nama kemanusiaan yang terjadi dimasa lalu tidak terjadi lagi di bangsa ini untuk masa-masa yang akan datang. (Harry A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *