JD.id, Jakarta — Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun ke-48 di The Opus Grand Ballroom – Tribrata, Dharmawangsa Hotel and Convention Center. Acara ini menjadi momentum strategis bagi HIPPI untuk mengukuhkan komitmennya dalam mendukung stabilitas dan kemandirian ekonomi nasional melalui pemberdayaan pengusaha pribumi.
Acara ini dihadiri oleh sederet tokoh nasional yang menjadi Dewan Kehormatan HIPPI seperti: MS Hidayat, Herman Afif, Rosan Roeslani, Sandiaga Uno, Arsjad Rasjid, Dewi Motik, Melanie Suharly, Eddy Kuntadi, Bambang Soesatyo. Dewan Penasihat HIPPI: Suryo Bambang Sulisto, Agung Suryamal, Carmelita Hartoto, Anindya Bakrie, Sarman Simanjorang, Raja Sapto Oktohari, Harry Warganegara, Dewan Pertimbangan, serta jajaran Dewan Pengurus Pusat dan Daerah HIPPI. Selain itu, asosiasi mitra seperti IWAPI, HIPMI, ALFI, JAPNAS, GAPENSI, APJI, ADKI, INSA, KEIND, dan PARFIS6 turut hadir, menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengusaha pribumi.
Dalam pembukaan acara, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Bapak Rosan Roeslani, menyampaikan apresiasinya terhadap HIPPI yang terus konsisten memperjuangkan kepentingan pengusaha pribumi sebagai elemen penting dalam pembangunan ekonomi bangsa.
Dalam sambutannya, Bapak Rosan Roeslani menekankan pentingnya membangun iklim investasi yang sehat dan kompetitif. Ia menyoroti peran strategis HIPPI sebagai penggerak untuk menarik investor, terutama pada sektor hilirisasi.
“HIPPI memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendatangkan investasi, terutama untuk proyek-proyek hilirisasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Dengan iklim investasi yang kondusif, kita dapat mendorong terciptanya lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan pada impor.”
Momen istimewa pada Rakernas ini adalah pemberian penghargaan ‘Bapak Pengusaha Pribumi’ kepada Presiden RI Prabowo Subianto, yang diwakilkan oleh Bapak Rosan Roeslani. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi luar biasa Presiden dalam mendorong kebijakan pro-pengusaha lokal dan kemandirian ekonomi nasional.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP HIPPI, Bapak Erik Hidayat, menekankan pentingnya keberpihakan pada produk dalam negeri. Ia juga memperkenalkan Gerakan Indonesia Banget, yang mendorong penggunaan produk lokal.
“Saya dari ujung kepala sampai ujung kaki menggunakan produk lokal. Jam tangan saya adalah merek Pala Nusantara, sepatu saya dari Brodo, dan batik Mega Mendung ini juga
produk dalam negeri. Ini bukan sekadar simbol, tetapi bukti nyata bahwa kita bisa menjadi kebanggaan bangsa.”
Erik juga menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi ancaman akuisisi asing terhadap perusahaan lokal strategis. la mengajak pemerintah untuk memperkuat kebijakan perlindungan terhadap aset nasional, termasuk dukungan kepada UMKM dan pengusaha lokal.
Komitmen HIPPI terhadap SDGs dan Ketahanan Ekonomi
Dalam Rakernas ini, HIPPI memaparkan program unggulan, termasuk keberhasilan DPD HIPPI Bali dalam merevitalisasi lahan pertanian yang menghasilkan beras sehat organik berkualitas tinggi. Program ini direncanakan akan direplikasi di daerah lain.
Erik juga menyoroti tantangan yang dihadapi kelas menengah Indonesia, seperti meningkatnya biaya hidup dan menurunnya daya beli. Menurutnya, HIPPI siap menjadi mitra strategis pemerintah untuk memberikan solusi konkret terhadap masalah ini.
Dalam sesi siang, Bapak Budi Arie, Menteri Koperasi dan UKM, menyoroti pentingnya digitalisasi koperasi sebagai kunci untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas bagi anggotanya.
“Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi modern dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan digitalisasi, koperasi dapat lebih mudah menjangkau pengusaha pribumi, menyediakan layanan keuangan yang cepat, transparan, dan tepat sasaran.”
Budi Arie juga menegaskan pentingnya optimalisasi permodalan dari koperasi untuk mendukung pengusaha pribumi.
“Melalui koperasi, kita bisa menciptakan mekanisme permodalan yang kuat dan inklusif untuk pengusaha lokal. Dengan dukungan ini, pengusaha pribumi dapat lebih berkembang dan bersaing di pasar global.”
Rakernas I HIPPI 2024 menjadi tonggak baru dalam memperkuat peran pengusaha pribumi sebagai motor penggerak ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. HIPPI berkomitmen untuk terus memperjuangkan keberpihakan kepada pengusaha lokal, menguatkan kedaulatan ekonomi bangsa, dan mendorong inovasi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera.













