JD.id, Jakarta — Musyawarah Nasional (Munas) ke-22 Palang Merah Indonesia (PMI) tahun 2024, akan berlangsung mulai dari tangga 8 – 10 Desember 2024. Salah satu pembahasan pada Munas ini yakni, akan memilih Ketua Umum PMI Pusat periode 2024 – 2029.
Tampak hadir pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Utara yakni, Ketua PMI Sulawesi Utara, Annie Dondokambey, S.H, M.H, dan Koordinator Giat Donor Darah PMI Sulut Jenry Sualang SPd MAP bersama Waka PMI Sulut Bidang Infokom Drs Royke Mewoh serta pengurus lainnya.
Ketua PMI Sulawesi Utara, Annie Dondokambey, S.H, M.H, mengatakan, Ia menyambut baik kegiatan Munas PMI ke-22, sekaligus ikut serta mendukung agar kedepannya PMI untuk terus bergerak maju dan menjadi momentum perubahan.
“Makanya semua pengurus PMI Sulut dari Kabupaten dan Kota hadir mengikuti Munas ini,” kata Annie Dondokambey, di Jakarta, Minggu (8/12).
lebih lanjut Annie Dondokambey menambahkan, kegiatan PMI perlu adanya sinergiritas antara PMI dengan pemerintah. Sehingga pemerintah akan turut serta mendukung dan membantu PMI.
Terlebih untuk PMI Sulut, Ia mengatakan, stok kebutuhan kantong darah setiap bulan mencapai 2.000 kantong. Akan tetapi kenyataan stok kantong darah berada di kisaran 1.500 sampai 1.700 kantong darah yang tersedia.
“Tapi walaupun demikian kami sudah mencapai pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ujar Annie Dondokambey.
Sebagai informasi, saat ini pengurus PMI daerah Provinsi Sulawesi Utara, sudah ada diseluruh 15 Kabupaten dan Kota, sebagai garda terdepan dalam memberikan bantuan kemanusiaan, salah satunya menjalankan program pemenuhan akan kantong darah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.
Dikesempatan yang sama, Koordinator Giat Donor Darah PMI Sulut Jenry Sualang SPd MAP mengatakan terkait aspirasi pengurus PMI daerah mengenai pembahasan AD/ART serta pemilihan Ketua Umum PMI Pusat di Munas ini.
“Bagi saya dalam upaya sinergitas antara PMI Pusat dan daerah lebih condong ke Pak Agung Laksono. Terlebih Pak JK sudah tiga periode. Janganlah memaksakan kehendak dengan berlindung peraturan- peraturan yang ada. Artinya kita perlu perubahan,” ujar Jenry Sualang.
Menurutnya, PMI perlu adanya perubahan dalam kepemimpinan. “Walau saya berharap juga Pak Agung laksono berupaya juga melanjutkan program-program Pak JK dengan mengikut sertakan pengurus lama. Dan, membantu rekonsialisasi sehingga program‐program nasional yang sudah ada pengurus lama tetap dilakukan pengurus PMI baru,” tungkas Jenry Sualang.













