Jakarta – Chairman National Board Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan ungkapkan pentingnya kolaborasi diantara pelabuhan yang ada dengan adanya proyek pembangunan Pelabuhan Patimban. Hal ini bertujuan menjadikan biaya logistik semakin efesien dan efektif.
Ia juga meyakini bahkan jika berjalan secara efesien dan efektif maka dalam 4 tahun kedepan akan menempati peringkat nomer tiga di asean , yang artinya akan masuk 30 besar di dunia.
” Yang lebih penting membuka lapangan pekerjaan, yang nantinya investasi akan masuk ke Indonesia dan angka pengangguran akan berkurang,”ujar Yukki Nugrahawan saat Public Expose Pelabuhan Patimban yang dipublikasi secara virtual, di Jakarta, Kamis (7/1).
Dia menjelaskan tentunya ini bukan hanya semata pelabuhan tapi juga menjadikan Patimban sebagai sebuah kota.
” Tentunya ini adalah sebuah kolaborasi besar. Sejarah akan mencatat apakah kita akan berhasil membangun sebuah pelabuhan yang modern dan saling mendukung,” katanya.
Sebagai prospektif kita sebagai pengusaha akan mendukung sepenuhnya bagaimana agar pembangunan kota maritim Patimban akan mencapai sesuatu yang kita inginkan secara bersama-sama,” tuturnya.
Sebagai informasi tambahan, Pelabuhan Patimban masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) yang pembangunannya baru selesai pada tahap pertama dengan kapasitas kapasitas 218 ribu kendaraan untuk terminal kendaraan dan 250 ribu TEUs (twenty fee equivalent units) untuk terminal peti kemas.
Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan pada tahap 1 fase 2 yang ditargetkan pada tahun 2021 – 2023, dengan kapasitas optimum untuk kendaraan itu adalah 600 ribu kendaraan dan kontainer sejumlah 3,75 juta TEUs.
Adapun tahap 2 dan tahap 3 akan dilakukan pada 2024-2027 yaitu dilakukan pengembangan terminal peti kemas hingga mencapai kapasitas maksimal yaitu di atas 7 juta TEUs.













