​Gandeng 2.000 Ibu Relawan, Teh Celup Sosro Hadirkan Program THR 2026

Jd.id, Jakarta –Esensi Ramadan di Indonesia tidak sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang mempererat melalui kebersamaan. Menangkap momentum tersebut, produsen teh dalam negeri, Teh Celup Sosro, menggelar program “Hidupkan Ramadanmu” (THR) 2026 dengan skala yang lebih luas.

Tahun ini, program tersebut menargetkan distribusi 60.000 paket takjil dan hidangan berbuka puasa di 186 masjid yang tersebar di 6 provinsi. Bekerja sama dengan FoodBank of Indonesia (FOI), gerakan ini menjadikan kekuatan akar rumput lewat keterlibatan lebih dari 2.000 ibu relawan.

Ibu-ibu relawan ini menjadi jantung dari program THR 2026. Mereka terlibat aktif mulai dari dapur komunitas hingga proses pendistribusian di garis depan. Dengan semangat gotong royong, para perempuan ini menyajikan hidangan khas daerah masing-masing yang dipadukan dengan seduhan teh manis hangat.

​Indi Raisa Girsang, Brand Manager Teh Celup Sosro menyampaikan bahwa program ini merupakan gerakan yang berkesinambungan yang telah dijalankan sejak 2025.

“Ramadan merupakan momen yang sangat berarti dan besar bagi setiap keluarga di Indonesia, sehingga Teh Celup Sosro memilih hadir untuk membagikan kehangatan dan kebaikan dalam kebersamaan yang nyata. Melalui program ‘Teh Celup Sosro Hidupkan Ramadanmu (THR)’, kami ingin berbagi kehangatan dan kebersamaan bagi setiap orang yang menerima sehingga setiap seduhan Teh Celup Sosro bukan sekadar pelengkap, melainkan jembatan kebersamaan dan kebaikan yang tulus dari hati” ujar Indi, Selasa (10/3).

Indi menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan keberlanjutan dari program serupa yang dimulai pada 2025. Fokus utamanya adalah menyajikan kehangatan sederhana yang mampu mempererat ikatan sosial di tengah masyarakat.

Program yang berlangsung sejak 21 Februari hingga 15 Maret 2026 ini mencakup 26 kota dan kabupaten. Dengan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan, program ini berupaya menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai ruang interaksi sosial, selain sebagai tempat ibadah.

​Melalui kolaborasi dengan FOI, aspek ketahanan pangan dan gizi dalam paket berbuka juga menjadi perhatian. Sinergi antara korporasi, lembaga sosial, dan relawan lokal ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa di berbagai wilayah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *