JD.id, JAKARTA – Di tengah pergeseran cepat kebutuhan lanskap kerja dan teknologi global, kualitas serta relevansi kurikulum pendidikan tinggi menjadi kunci utama. Konsistensi dalam menjaga mutu akademik ini dibuktikan oleh BINUS Business School (BBS) yang kembali mengukuhkan posisinya sebagai program MBA terbaik di Indonesia selama enam tahun berturut-turut berdasarkan hasil QS Global MBA Rankings 2027.
Capaian ini mempertegas peran penting BBS dalam melahirkan talenta kepemimpinan, mendorong riset terapan, serta menjembatani kesenjangan antara teori akademik di kampus dan dinamika nyata di dunia industri.
Pada pemeringkatan QS Global MBA Rankings 2027, program Magister Manajemen (MM) BINUS Business School berhasil menembus kelompok Top 200 Dunia dengan peringkat 191–200 global dan Top 30 Asia di posisi peringkat 27+ se-Asia. BBS juga sukses mempertahankan posisi #1 di Indonesia berdasarkan evaluasi holistik lima indikator utama, yaitu Employability, Return on Investment, Thought Leadership, Entrepreneurship & Alumni Outcome, serta Diversity.
Prof. Dezie L. Warganegara, Ph.D., Executive Dean BINUS Business School, menekankan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan komitmen berkelanjutan dalam memajukan ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.
“Bagi kami, pencapaian ini bukan sekadar angka atau tujuan akhir. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kualitas pendidikan yang kami bangun dapat terus menjawab perubahan dunia bisnis, memperkuat keterhubungan antara akademik dan industri, serta menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan perekonomian,” ujar Prof. Dezie.
Sebagai bentuk transformasi pembelajaran, BBS menerapkan serangkaian pendekatan pedagogi modern yang menghubungkan mahasiswa langsung dengan pimpinan industri. Langkah ini dijalankan melalui pembentukan Industry Advisory Board yang melibatkan delapan pimpinan perusahaan dari berbagai sektor strategis untuk memastikan kurikulum dan topik riset tetap relevan dengan kompetensi kerja terkini.
Selain itu, BBS terus memfokuskan penguatan pada riset terapan dan pembelajaran praktis guna mendorong mahasiswa serta dosen menghasilkan studi kasus dan inovasi riset yang berdaya guna tinggi bagi sektor usaha dan sosial.
Langkah tersebut disempurnakan dengan internasionalisasi pendidikan tinggi melalui perluasan program pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset antar-negara, dan kemitraan akademik dengan institusi global untuk mengasah wawasan internasional para peserta didik.
Dekan BINUS Business School Master Program, Dr. Asnan Furinto, menambahkan bahwa evaluasi standar pemeringkatan QS menjadi tolok ukur penting dalam menjaga mutu pengajaran.
“Peringkat memberikan gambaran multi-dimensi tentang mutu sebuah program studi. Fokus utama kami adalah memastikan proses belajar-mengajar memiliki relevansi yang tinggi, lulusan berdaya saing global, dan aktivitas akademik memberikan dampak riil bagi dunia pendidikan dan industri,” tutur Dr. Asnan.
Prestasi ini juga menjadikan QS Global MBA Rankings sebagai salah satu rujukan penting bagi calon mahasiswa dalam memilih program studi pascasarjana berstandar dunia, serta bagi dunia industri dalam memetakan talenta unggulan.
Di samping pemeringkatan QS, kualitas manajemen pendidikan BBS telah teruji secara global melalui perolehan akreditasi internasional AACSB (The Association to Advance Collegiate Schools of Business) sejak 2019, yang telah berhasil diperbarui untuk periode 2024–2031. BBS juga tercatat berada di posisi Top 250 Dunia pada QS World University Rankings by Subject: Business and Management Studies 2026.













