Membangun Ekosistem Transportasi Aman Bersama Hino

JD.id, Jakarta — Mengingat peran vitalnya dalam melayani mobilitas penumpang melalui armada bus serta distribusi logistik melalui angkutan truk terselip sebuah tanggung jawab besar yakni keselamatan. Bagi PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), transportasi bukan sekadar urusan memindahkan titik A ke titik B, melainkan tentang menjaga denyut nadi ekonomi nasional agar tetap berdetak aman

Dalam sebuah sesi talk show yang diselenggarakan oleh Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) yang digelar di Jakarta, Jumat, (10/4), terungkap sebuah fakta pahit sekaligus optimisme baru. Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan, menyebutkan bahwa lebih dari 99 persen kecelakaan kendaraan komersial di Indonesia bersifat “konyol” atau seharusnya bisa dihindari.

​”Kuncinya hanya dua: kompetensi manusia dan kelaikan kendaraan,” tegas Wildan. Pernyataan ini menjadi landasan pacu bagi Hino untuk terus memperkuat posisinya sebagai penggerak transportasi negeri yang tak hanya menjual unit, tapi membangun ekosistem.

Salah satu tantangan terbesar dalam industri transportasi adalah fenomena mekanik dan pengemudi yang merasa “sudah berpengalaman” sehingga mengabaikan prosedur teknis. Wildan menyentil kebiasaan lapangan di mana buku panduan (workshop manual) seringkali dibiarkan bersih diletakkan di rak, tanda jarang dibuka sebagai acuan kerja.

​Menanggapi hal tersebut, Hino melalui Training Division Head HMSI, Pieter Andre, menjelaskan bahwa Hino telah mengintegrasikan sistem inspeksi harian (Daily Inspection) yang ketat.

​”Kami tidak bekerja sendiri. Hino menyinergikan standar pengecekan dengan rekomendasi KNKT, menyasar bagian vital seperti sistem pengereman. Pastikan kendaraan ‘sehat’ sebelum menyentuh aspal,” ujar Pieter. Komitmen ini didukung oleh penggunaan suku cadang asli (Hino Genuine Parts) yang menjamin durabilitas kendaraan di tengah operasional yang padat.

Krisis pengemudi profesional kini menjadi isu global. Di Indonesia, PT Primajasa Perdanarayautama merasakan betul betapa sulitnya menjaring talenta yang mumpuni. Dari 60 pelamar, terkadang hanya 10 orang yang memenuhi standar.

​

Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi Primajasa, Bayu Permana, melakukan langkah transformatif melalui kolaborasi dengan Hino Driving School. Mereka tidak membuang SDM lama, melainkan melakukan upgrading. Kondektur yang loyal diberikan kesempatan naik kelas menjadi pengemudi, dan mekanik senior dilatih ulang agar melek teknologi terbaru.

​”Mencari orang pintar itu mudah, tapi mencari yang loyal itu sulit. Kami memilih meng-upgrade mereka agar target Zero Accident dan Zero Storing (tidak ada mogok di jalan) tercapai,” kata Bayu.

​Bahkan, Bayu bermimpi suatu saat nanti talenta lokal hasil didikan standar Hino ini bisa “diekspor” ke luar negeri. “Bukan tidak mungkin sopir bus di London atau Jepang nantinya adalah orang-orang kita yang sudah terlatih secara profesional,” tambahnya optimis.

Hino menyadari bahwa setiap menit keterlambatan logistik atau setiap insiden di jalan berdampak langsung pada ekonomi nasional. Sebagai pemimpin pasar kendaraan komersial, kontribusi Hino melampaui angka penjualan. Dengan jaringan layanan purna jual yang tersebar di seluruh Indonesia, Hino memastikan roda distribusi pangan, material pembangunan, hingga mobilitas warga tetap berputar tanpa hambatan.

​Direktur Marketing HMSI, Tomoki Hattori, dalam sambutannya mengatakan pesan yang menyentuh sisi kemanusiaan industri otomotif. Bagi Hino, teknologi mesin harus dibarengi dengan “cinta” dan kepedulian.

​”Transportasi adalah tentang keamanan, keandalan, dan tanggung jawab. Sebuah perhatian untuk keselamatan bersama,” ungkapnya.

​Melalui sinergi antara regulator (KNKT), produsen (Hino), dan operator (Primajasa), Hino menegaskan perannya bukan sekadar merek kendaraan. Ia adalah mitra perjalanan bagi Indonesia sebuah komitmen untuk terus menyertai bangsa, memastikan setiap perjalanan berakhir dengan senyuman di rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *