JD.id, Jakarta — Pengerjaan konstruksi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,12 kilometer terus dikebut. Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas di kawasan segitiga emas Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar).
Kehadiran jalan tol ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, sekaligus mempermudah akses masyarakat menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.
Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) hingga akhir Maret 2026, perkembangan signifikan terlihat pada Seksi 6 yang menghubungkan Ambarawa menuju JC Bawen. Progres konstruksi di jalur tersebut kini telah mencapai 96,02 persen.
Selain Seksi 6, perkembangan positif juga tercatat pada Seksi 1 yang menghubungkan Yogyakarta dengan Simpang Susun (SS) Banyurejo. Saat ini, progres fisik di lapangan telah menyentuh angka 89,80 persen.
Sementara itu, empat seksi lainnya masih dalam tahap pengerjaan konstruksi dan pembebasan lahan yang dilakukan secara simultan.
Berikut adalah rincian progres pembebasan lahan pada seksi-seksi tersebut:
- Seksi 2: 92,42 persen
- Seksi 3: 81,34 persen
- Seksi 4: 68,22 persen
- Seksi 5: 26,61 persen
Pada tahap awal pengoperasian, jalur tol ini akan menggunakan skema 2×2 lajur. Namun, seiring dengan meningkatnya volume lalu lintas di masa depan, kapasitas jalan direncanakan berkembang menjadi 2×3 lajur pada tahap pengembangan akhir.
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen nantinya akan menjadi bagian integral dari jaringan Tol Trans-Jawa. Ruas ini akan menyambungkan jalan tol Semarang-Solo dengan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, sehingga menciptakan integrasi transportasi yang lebih efisien di lintas tengah Jawa.













