Berita  

Semarak Jakarta International Flower Festival 2026, Rektor BINUS Resmi Lepas Parade Bunga di Kampus Anggrek

JD.id, Jakarta — Kemeriahan menyelimuti area Kampus BINUS @Kemanggisan, Jakarta Barat, pada Minggu (14/6/2026). Ratusan pasang mata tertuju pada prosesi pelepasan Jakarta International Flower Festival (JIFF) 2026,  perhelatan yang menjadi simbol semangat revitalisasi kawasan Pasar Bunga Rawa Belong sekaligus menyambut usia Jakarta yang hampir mencapai lima abad.

Sebagai kelanjutan dari berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan, BINUS University dan ITTA Foundation selaku penggagas bersama, berkolaborasi dengan Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian (PPSHP) untuk menyelenggarakan JIFF 2026 pada 14–15 Juni 2026. Ajang perdana ini mengusung tema ‘Jakarta’s 5th Century: Unity in Diversity, Innovation, and Co-Creating the Intelligent Society for the Nation’s Future’ sebagai wadah strategis dalam memperkuat ekosistem florikultura nasional.

Momen puncak acara pada hari pertama ditandai dengan prosesi simbolis pelepasan parade, yakni pemotongan pita dan pengibaran bendera oleh Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., CSCA. didampingi Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta, Dr. Faisal Syafruddin,S.E.,M.Si., serta Vice President of BINUS Higher Education & Professional Services George Wijaya Hadipoespito, M.Sc., MBA. 

​Dalam sambutannya, Nelly menekankan bahwa JIFF 2026 bukan sekadar festival bunga biasa. Acara ini merupakan langkah nyata kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk mengangkat kembali potensi strategis Rawa Belong.

“Ini merupakan acara yang pertama kali kita adakan. Tentu atas nama BINUS University, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Barat atas dukungannya. Kami menyadari bahwa Pasar Bunga Rawa Belong yang berada di dekat kampus kita ini merupakan aset strategis bagi Jakarta yang layak untuk dihidupkan kembali, dikembangkan, dan dibanggakan,” ujar Nelly.

Ia juga menyampaikan harapan besar agar festival ini tidak berhenti sebagai perhelatan satu kali saja. Ia berharap JIFF dapat terus tumbuh, berkembang, dan menjadi agenda tahunan yang ikonik.

​”Acara hari ini adalah langkah awal, tentu masih ada ruang untuk terus bertumbuh. Saya berharap dukungan dan masukan dari seluruh pihak agar Jakarta International Flower Festival ini bisa terus berkembang, dan akhirnya menjadi agenda tahunan yang membanggakan serta membawa nama baik Jakarta dan Indonesia di mata internasional,” tambahnya.

Inisiatif ini pun mendapat sambutan hangat dari pemerintah. Kepala BPAD Provinsi DKI Jakarta, Faisal Syafruddin menyatakan dukungannya agar JIFF masuk ke dalam calendar of event Jakarta menuju 5 Abad pada tahun depan.

​”Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong transformasi Pasar Bunga Rawa Belong menjadi pusat florikultura modern dan destinasi wisata internasional. Kami berharap JIFF 2026 menjadi momentum kebangkitan florikultura di Jakarta,” ungkap Faisal.

Setelah resmi dilepas, suasana jalanan menjadi hidup dengan iring-iringan parade yang memadukan elemen modern dan tradisional. Deretan mobil hias yang menampilkan kreativitas mahasiswa BINUS menjadi pusat perhatian, disusul oleh armada ikonik kota Jakarta, yakni bajai serta mobil Dinas Pertamanan dan Hutan Kota yang melambangkan komitmen ruang hijau berkelanjutan.

​Tak ketinggalan, kehadiran delman dalam parade tersebut sukses memberikan nuansa tradisional yang kental, mengingatkan pada identitas budaya Jakarta yang sudah terjaga selama 499 tahun.

Kemeriahan festival ini tidak berhenti di jalanan saja. Rangkaian JIFF 2026 akan berlanjut pada Senin, 15 Juni 2026 melalui penyelenggaraan International Floriculture Forum and Exhibition di BINUS @Senayan. Forum ini akan mempertemukan para pemangku kepentingan nasional dan internasional mulai dari unsur pemerintah, akademisi, industri, komunitas, hingga pelaku usaha florikultura untuk merumuskan masa depan industri bunga dan tanaman hias.

​Festival yang berlangsung selama dua hari ini, diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan bagi pelaku usaha florikultura sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang maju, berbudaya, dan inklusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *