
JD.id, Jakarta — Stasiun televisi Indosiar kembali menegaskan dominasinya sebagai rumah bagi program pencarian bakat dangdut. Kesuksesan luar biasa yang diraih D’ Academy 7 sebelumnya, yang berhasil menyedot perhatian hingga 80 persen penduduk Indonesia, menjadi pemantik semangat untuk menghadirkan D’ Academy 8.
Direktur Programming dan Produksi Surya Citra Media (SCM), Harsiwi Achmad, mengungkapkan bahwa performa D’ Academy 7 mencatatkan sejarah baru dalam industri pertelevisian Indonesia. Sepanjang tahun 2025, program ini beserta program turunannya menyapu bersih peringkat 1 hingga 20 sebagai program non-olahraga terbaik.
”Dangdut Academy 7 adalah ajang pencarian bakat dangdut Indosiar dengan performa tertinggi. Bahkan saat babak penentuan, audience share-nya mencapai 45 persen. Ini pencapaian yang sangat luar biasa,” ujar Harsiwi dalam konferensi pers D8 Academy.
Tidak hanya sukses di layar kaca, D’ Academy 7 juga menjadi fenomena di media sosial dengan raihan lebih dari 8,7 miliar penonton di berbagai platform digital seperti YouTube, Facebook, Instagram, dan TikTok. Fenomena ini bahkan mendorong masyarakat untuk beralih ke siaran digital demi menyaksikan kompetisi ini.
Menyambut kesuksesan tersebut, Indosiar resmi memulai audisi D’ Academy 8. Antusiasme pendaftar melonjak tajam mencapai 9.500 peserta, meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Musim kedelapan ini menjanjikan sesuatu yang berbeda, di mana 75 persen peserta merupakan anak muda di bawah usia 17 tahun yang siap membawa warna baru bagi industri musik dangdut.
”Audisi Dangdut Academy 8 langsung mencetak rekor rating yang sangat tinggi, yaitu 23,7 dengan audience share 4,8. Ini adalah awal yang sangat positif,” tambah Harsiwi.
Selain peserta baru, jajaran juri dan host juga mendapatkan penyegaran. Kembalinya King Nassar melengkapi bangku juri bersama Soimah, Lesti Kejora, Dewi Perssik, dan Wika Salim. Sementara itu, Andi Syakirah hadir sebagai wajah baru yang mendampingi jajaran host papan atas seperti Ramzi, Gilang Dirga, Rina Nose, Rizky Billar, dan Jirayut.
Kejutan menarik lainnya di D’ Academy 8 adalah keterlibatan para juara D’ Academy 7 yang bertindak sebagai tim coach. Nama-nama seperti Melly Lee, Fildan, Tasya, Valen, April, Arbil, hingga Sridevi akan membimbing para peserta baru layaknya kakak kelas yang berbagi pengalaman.
”Kami merancang panggung Dangdut Academy 8 sebagai hiburan yang berkualitas bagi seluruh keluarga dan menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia,” pungkas Harsiwi.
Perspektif Juri dan Harapan untuk Talenta Baru
Dalam sesi konferensi pers, para juri membagikan pandangan, optimisme, serta kilas balik emosional mereka mengenai masa depan para talenta baru di musim kedelapan ini.
Soimah, sebagai salah satu juri senior, mengaku sempat dirundung kekhawatiran sebelum proses audisi dimulai. Ia mempertanyakan apakah musim ini mampu menemukan talenta daerah dengan kualitas yang setara atau bahkan melampaui keberhasilan peserta DA7. “Walaupun saya tidak memiliki TV, saya merasa bertanggung jawab karena mengemban tugas yang berat. Saat itu ada banyak ketakutan,” ungkap Soimah.
Namun, ketakutan tersebut sirna ketika ia terjun langsung mengaudisi peserta bersama Dewi Perssik dan Wika Salim. Soimah mengaku sangat optimistis melihat kualitas calon peserta DA8 yang melampaui ekspektasinya. Fokusnya kini bukan lagi pada penampilan, melainkan pada kepekaan untuk menggali karakter peserta agar mereka siap diserap oleh industri hiburan setelah kompetisi berakhir.
Senada dengan Soimah, Wika Salim mengekspresikan rasa bangga dapat kembali menjadi bagian dari keluarga besar Dangdut Academy. Setelah menjalani audisi maraton selama lima hari, Wika terkesan dengan keragaman warna vokal para peserta muda. Ia menekankan bahwa kunci kekuatan peserta musim ini adalah semangat dan mimpi besar mereka. Namun, ia juga memberikan pesan penting mengenai konsistensi mental.
”Tekanan saat audisi akan berbeda ketika berada di panggung live. Saya berharap mereka bisa menjaga kualitas dan attitude. Di dunia hiburan, suara bagus saja tidak cukup; karakter dan attitude adalah pendukung utama untuk bisa tetap eksis,” tegas Wika.
Momen emosional datang dari Lesti Kejora. Juara D’Academy musim pertama ini mengaku merinding melihat calon peserta DA8 di belakang panggung, yang mengingatkannya pada momen 12 tahun silam. Lesti memuji peran besar Indosiar dalam mengubah nasib seseorang.
”Itulah Dangdut Academy, itulah Indosiar. Bisa melakukan upgrade pada jalan hidup dan cita-cita kita,” tutur Lesti. Ia pun berpesan agar para peserta terpilih tetap disiplin, fokus, dan menyiapkan mental sekuat baja.
Sementara itu, Nassar memberikan pernyataan menyentuh dengan menyebut ajang ini sebagai refleksi perjalanan kariernya 22 tahun lalu di bawah bimbingan Ibu Harsiwi Achmad. “Dari yang belum bisa jadi apa-apa, hingga bisa menjadi penyanyi seperti hari ini, itu berkat beliau. Tangan beliau sangat dingin dalam meracik program,” puji Nassar.
Ia meyakini bahwa keberagaman karakter juri dan peserta akan menjadikan ekosistem Dangdut Academy tetap unik dan terus berjaya di industri pertelevisian Indonesia.
Program D’ Academy 8 akan tayang secara live setiap hari Senin hingga Jumat pukul 19.00 WIB. Bagi penggemar yang ingin mengikuti keseharian peserta di asrama, Indosiar juga menyajikan The Best Journal yang tayang secara eksklusif setiap hari Jumat pukul 17.00 WIB di berbagai platform digital.













