JD.id, Jakarta — Musik klasik sering kali dianggap sebagai genre eksklusif yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu di dalam gedung pertunjukan. Namun, anggapan tersebut akan dipatahkan malam ini melalui penyelenggaraan Konser Akbar Monas 2026.
Acara ini digelar di kawasan terbuka Monas, Jakarta, dengan tujuan membawa musik klasik agar lebih dekat dan bisa dinikmati oleh khalayak luas, di mana misi ini diinisiasi oleh Aula Simfonia Jakarta, yang didirikan oleh Pdt. Dr. Stephen Tong.
Konduktor Aula Simfonia Jakarta, Eunice Tong mengatakan, konser di Monas ini merupakan kelanjutan dari konsistensi mereka dalam memperkenalkan musik klasik, setelah sebelumnya aktif menggelar pertunjukan hingga ke mancanegara.
” Jika dari kacamata penonton kami mungkin terlihat tidak aktif (faking), kenyataannya kami sangat produktif. Tahun 2025 lalu, kami sukses menggelar Grand Concert Tour yang keempat di Amerika Serikat dan Jepang,” ujar Eunice Tong dalam sesi wawancara pada awak media, Sabtu (18/7).
Setelah sukses merampungkan tur internasional tersebut, tahun ini fokus untuk menghibur masyarakat di dalam negeri sendiri.
“Konser ini bukan untuk kalangan tertentu, tapi untuk semua orang. Jadi kami ingin memasyarakatkan lagu klasik,” ungkap Eunice.
Demi memastikan acara ini dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat pihak penyelenggara menggratiskan seluruh tiket masuk. Bahkan Eunice mengatakan, “Tanpa registrasi, jadi siapapun boleh datang.”
Pertunjukan berskala besar ini akan melibatkan 60 pemusik dan 100 penyanyi paduan suara. Selain dipimpin oleh Eunice, pertunjukan ini nantinya akan ada juga dipimpin langsung oleh Pdt Stephen Tong.
Dengan menampilkan 15 lagu, yakni lagu kebangsaan Indonesia hingga Lagu ‘Gebyar-Gebyar’ Gombloh, bahkan juga termasuk karya-karya besar dari Mozart, Beethoven, dan Tchaikovsky.
Terkait tantangan penyelenggaraan ditempat terbuka, Ketua Panitia Konser Akbar Monas 2026, Wijaya Subekti menuturkan bahwa tantangan utamanya adalah cuaca dan area yang luas.
“Tantangannya area yang luas dan cuaca. Kebetulan Puji tuhan hari ini cuaca bagus. Jadi masyarakat bisa menikmati dengan enak dan leluasa,” ujar Wijaya.
Lebih lanjut Wijaya mengatakan, Panitia telah menyiapkan 10.000 kursi dan berharap puluhan ribu warga Jakarta dapat hadir menikmati konser musik di malam ini.
Kehadiran puluhan ribu penonton malam nanti juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap musisi lokal yang tampil. Sebab, pesan utama dari acara ini adalah dukungan untuk musisi tanah air. “Banyak musisi Indonesia yang belum dikenal, padahal kualitasnya luar biasa. Jangan lupa dukung teman-teman kita sendiri,” ajak Ibu Eunice.
Sebagai penutup pertunjukan, seluruh pengisi acara akan menyuguhkan Symphony No. 9 karya Beethoven. Pilihan lagu penutup ini sengaja dipilih karena memiliki makna yang selaras dengan tujuan utama berkumpulnya masyarakat di Monas malam ini, yaitu sebuah karya yang membawa pesan indah bahwa kita semua bersaudara.













