Jika Ada Reshuffle, Ganda Sirait Memohon Presiden Jokowi Mengangkat Maruarar Sirait Jadi Menteri

JD.id, Jakarta — Pemimpin Redaksi SKU Demokratis sekaligus Praktisi Hukum di LBH Garda Nasional, Ganda Sirait menuturkan, jika ada reshuffle terjadi, dirinya memohon Presiden Joko Widodo dapat mengutamakan untuk mengangkat Maruarar Sirait menjadi menteri.

“Saya berharap Maruarar Sirait, putra dari mendiang Sabam Sirait politisi senior PDI Perjuangan, diangkat menjadi seorang menteri bila ada reshuffle kabinet,” kata Ganda Sirait yang juga pernah menjadi Satgas DPP PDI Perjuangan periode 2000 – 2005.

Seperti diketahui bersama sosok Maruarar Sirait, mantan anggota DPR RI  sampai saat ini tetap selalu memberikan perhatian terhadap konstituennya, walaupun dirinya sudah tidak menjabat lagi. Hal ini merupakan bagian semangat juang sebagai pemuda yang mengikuti jejak ketauladanan dari ayahnya.

“Bila seseorang terjun ke dunia politik, dan menjadi anggota legislatif ataupun kepala daerah haruslah meniru keteladanan Alm Sabam Sirait, yang sampai akhir hayatnya tidak korupsi, dan tidak pernah dipenjara karena korupsi,” ujar Ganda Sirait, saat ditemui awak media usai menghadiri pemakaman Alm. Sabam Sirait, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (03/10).

Sambil mengenang sosok Sabam Sirait, yang cukup Ia kenal itu, Ganda Sirait yang pernah mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI Dapil 2 Sumut di pemilu tahun 2004 ini juga menegaskan, “Dengan pengalaman politiknya yang cukup lama sekitar 60 tahun lebih, menjadikan almarhum menjadi panutan,” tegasnya.

“Lain dari itu beliau tidak pernah menjadi “bunglon” ataupun berpindah partai,” ujar Ganda Sirait.

Sejauh ini Ganda Sirait, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Relawan Jokowi (KOMPAK) menilai, perlunya pemerintah dapat melihat kinerja yang telah dilakukan Maruarar Sirait selama ini yang tak terlepas dari bimbingan ayahnya yang merupakan sosok pendiri PDI Perjuangan, almarhum Sabam Sirait  yang patut diapresiasi.

” Saya mengharapkan ada regenerasi dari Marga Sirait menjadi tokoh nasional seperti Ara (Maruarar) Sirait. Namun demikian, itu semua adalah hak prerogatif Pak Presiden, ,” pungkasnya. (HR/SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *