JD.id, Jakarta — Fanchise kuliner bakso dari brand Bakso Kampungqu turut berpartisipasi dalam ajang pameran bisnis waralaba dipameran dan konferensi waralaba International Franchise, License, and Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2022 yang digelar oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) di Jakarta Convention Center (JCC) .
Owner sekaligus Head Chef Bakso Kampungqu, Heri Kurniawan mengatakan, tujuan dalam mengikuti pameran ini yakni pihaknya ingin mengembalikan semangat para pengusaha tentunya selama masa endemi.
Sesuai dengan misi Bakso Kampungqu, “Selalu berusaha memberikan masakan terbaik, karena sehat itu dimulai dari yang halal”, maka dari itu pihaknya optimis bisa membuka franchise di seluruh kota.
“Karena konsepnya, bakso halal untuk seluruh negeri,” ujar Heri Kurniawan yang juga Seorang Konsultan Resto saat ditemui awak media di JCC, Sabtu (6/8).
Lebih lanjut Heri menambahkan, pihaknya menargetkan minimal satu outlet di setiap kota dan provinsi. Dan khusus di IFRA targetkan 20 MoU Franchise . “Saat ini sudah 4 MoU Franchise .”
” Karena kami sudah mengantongi sertifikasi MUI dan sudah bisa autopilot dan tentunya dengan sistem bagi hasil,” tutur Heri.
Bergabung dengan waralaba Bakso Kampungqu di ajang IFRA merupakan hal yang tepat karena memberikan promo menarik yakni, tawarkan harga paket franchise sebesar Rp 97 juta, selain itu diskon selama pameran sampai dengan Rp30 juta.
” Untuk karyawan sudah disiapkan melalui kreatif center yang mendidik para tenaga kerja yang nantinya akan siap dikirim ke seluruh outlet di seluruh Indonesia,” ujar Heri.
Sebagai informasi, Bakso Kampungqu yang berdiri sejak tahun 2010 yang terus berkembang dengan membuka franchise di tahun 2014 hingga saat ini sudah ada di 15 provinsi berkomitmen memberikan yang terbaik dengan kedepankan konsepnya “Healthy food”.
“Tidak ada bahan pengenyal dan msg,” ungkapnya.
“Yang membedakan bakso kampungqu tidak ada sistem diskon, karena kita harus mengapresiasi citra rasa, seni dan kreatifitas. Karena makan itu merupakan citra rasa karya seni yang tidak ada harganya,” tungkas Heri.













