JD.id, Jakarta — Jumat, 31 Januari 2025, MK gelar Sidang Perkara Nomor 295/PHPU.GUB-XXIII/2025 , Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (PHPU Kada) Provinsi Papua Tengah 2024.
Ketua KPU Provinsi Papua Tengah, Jennifer Darling Tabuni, S.E, menanggapi hari persidangan dengan nada positif dan optimis
“Hari ini begitu cerah, dan puji Tuhan persidangan bisa berjalan dengan baik. Kita semua bisa mengikuti sidang sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi ini juga dengan baik. Tapi, ini adalah proses, mulai dari tahapan sampai dengan penetapan kemarin, kemudian diuji apakah ini sesuai dengan prosedur dan aturan, atau tidak. Memang, di sini (MK) tempat akhir untuk setiap pihak yang merasa tidak puas untuk menguji hasil kerja KPU,” tutur Jennifer.
Menurut Jennifer, sesuai dengan agenda adalah Mendengarkan Jawaban dari pihak Terkait maupun Termohon. Sebagai Penyelenggara Pemilukada Kabupaten Nduga, KPU sudah memberi jawaban terhadap dalil-dalil dari Paslon Nomor Urut 1, 2, dan 4.
“Sehingga sekarang kami kembalikan kepada Mahkamah Konstitusi untuk memberikan putusan yang seadil-adilnya. Kami menunggu putusan MK. Putusan MK nanti seperti apa, dan memerintahkan kami seperti apa, apakah itu dismissal atau kami diperintahkan untuk membuka kotak atau pemungutan suara ulang (PSU), itu semua yang akan kami siap lakukan. Kami sedang dalam posisi untuk menjalankan tugas,” tutur Jennifer kepada awak media di Jakarta.
Jennifer berpandangan semua orang atau pihak memiliki hak yang sama sehingga dirinya tidak bisa menyampaikan harus begini dan begitu. Semua orang datang untuk mencari keadilan di MK. Sehingga KPU Papua Tengah pun menjawab sesuai dengan pertanyaan mereka.
Sekalipun memikul beban yang amat berat sebagai Ketua KPU Papua Tengah, namun Jennifer Tambuni terlihat santai dan penuh keakraban. Dia sangat percaya bahwa Tuhan ikut terlibat dalam menyukseskan Pilkada di Papua Tengah sehingga sampai hari ini masyarakat tetap hidup aman dan damai.
Karena itu, Jennifer pula sering mengucapkan kata “puji Tuhan” dan “syukur” dalam berkomunikasi dengan siapa saja, baik dalam tugas maupun dalam perjumpaan sehari-hari.
Di saat pertarungan politik yang cenderung menghalalkan segala cara (Machiavelli), Jennifer tetap memberi nuansa kemanusiaan, keadilan, kebebasan, dan saling menghormati satu sama lain. Tak disangkal, politik Indonesia membutuhkan sentuhan tangan dan hari kaum perempuan. Jennifer Tabuni adalah satu sosok perempuan tangguh dari sekian sosok perempuan tangguh di Tanah Papua dan Tanah Air Indonesia













