Jd.id, Kerawang– Sebanyak hampir 700 Koordinator Wilayah (Korwil) dan Koordinator Lapangan (Korlap) dari seluruh Pulau Jawa menghadiri kegiatan pembekalan Jekoneng/Shekoneng, yang digelar di Pondok Pesantren Al Baghdadi, Karawang, Jawa Barat.
Acara yang berlangsung penuh kehangatan, kekeluargaan, dan tertib ini dipimpin langsung oleh Guru Besar Abah KH. Junaedi Al Baghdadi dan Direktur Utama PT STKI, Prof. Dr. Hj. Anna Mariana, SH, MH, MBA, didampingi Iqbal Jamalulail, S.IP, Kesos, serta para tokoh dan undangan penting lainnya.
Jekoneng/Shekoneng: Solusi Ekonomi Umat Tanpa Biaya
Dalam sambutannya, Abah KH. Junaedi Al Baghdadi menyampaikan pentingnya semangat kebersamaan lintas suku dan agama dalam membangun ekonomi bangsa. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergabung bersama Jekoneng/Shekoneng, sebuah gerakan ekonomi kerakyatan yang memberdayakan masyarakat tanpa memungut biaya sepeser pun.
“Target kami adalah satu juta talenta (telent). Sekarang saja sudah lebih dari 250.000 orang bergabung. Ini kerjaan yang menyenangkan, cukup dari rumah pun bisa menghasilkan uang. Bahkan, tanpa biaya apa pun, bisa mendapatkan motor, handphone, dan fasilitas lainnya,” tegas Abah KH. Junaedi.
Dukungan Pelatihan dan Disiplin Lapangan
Untuk meningkatkan kualitas dan kedisiplinan para Korlap, Abah KH. Junaedi mengumumkan rencana pelatihan dua hari di pesantren. Seluruh kebutuhan konsumsi peserta ditanggung oleh beliau langsung. Hal ini bertujuan agar para Korlap benar-benar memahami tugas dan tanggung jawab mereka di lapangan.
Kehadiran Korwil Se-Pulau Jawa, Tumbuhkan Semangat Silaturahmi
Acara ini menjadi momentum silaturahmi besar antar-Korwil dari berbagai daerah di Pulau Jawa, di antaranya:
Korwil Karawang: Iqbal
Korwil Jakarta Pusat: Harry Amiruddin
Korwil Jakarta Timur: Satria
Korwil Tegal: Selamet
Korwil Jember: Nono
Korwil Jakarta Selatan: Nasrullah Rasyid
Korwil Jakarta Barat: Zakaria
Korwil Jakarta Utara: Jaya
Korwil Tangerang Raya: Wiro
Dan puluhan Korwil lainnya
Sampai akhir acara, suasana tetap kondusif dan penuh keakraban, ditutup dengan saling berjabat tangan sebagai simbol persatuan dan komitmen membangun ekonomi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.
Jekoneng/Shekoneng adalah inisiatif pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis komunitas dan spiritualitas. Gerakan ini terbuka untuk semua golongan dan tidak memungut biaya, dengan dukungan pelatihan, insentif, dan fasilitas penunjang ekonomi. (Harry A)













