—
JD.id, Jakarta– Desainer Josephine Werratie Komara atau akrab disapa Obin Komara kembali memukau pecinta fashion dengan koleksi busana sarat warisan budaya. Di bawah jenama BIN House, karyanya yang konsisten dengan wastra batik hingga tenun tampil dengan paduan elemen modern di hari keempat perhelatan JFW 2025.
Angkat tema Sekapur Sirih adalah ritual sarat makna. Menyuguhkan Sekapur Sirih pada setiap kunjungan adalah ungkapan
penghormatan yang tinggi. Salam pembuka, ungkapan keramahan dan ketulusan. Daun sirih yang hijau segar adalah lambang rasa
syukur atas tamu yang bertandang.
Menurut saya tradisional itu adalah the way we are, modern bukan tentang penampilan, melainkan cara berpikir,” ujarnya saat konferensi pers sebelum perhelatan pada Kamis, 24 Oktober 2024.
Ini juga mengisyaratkan bahwa dirinya yang sangat tradisional, namun memiliki cara pandang yang sangat modern. Nuansa hangat dalam desainnya, mencerminkan seperti apa budaya leluhur dapat tetap hidup di tengah modernitas.
“Selamat datang. Semoga Anda merasa nyaman dan betah di tempat
kami.”
Sekapur Sirih adalah bentuk penyambutan yang hangat. Jembatan persahabatan.
Daun sirih yang dikunyah bersama adalah perekat batin. Rasa getir dan pedas serta aroma yang meruak mengikat hati kedua
pihak dalam ikatan persaudaraan.
“Selamat datang. Tempat ini adalah juga rumah Anda. Rumah kita.”
Sekapur Sirih adalah rasa sukacita yang dalam. Cara menyiapkan, menggulung, menyajikan, dan menghaturkan
menggambarkan kesungguhan hati dalam menyambut tamu sebagai bagian dari keluarga besar.
“Selamat datang, saudaraku.”
Dalam ritual Sekapur Sirih terkandung nilai-nilai luhur yang mulia.
Kerendahan hati, kesederhanaan, saling menghormati, dan persatuan adalah di antaranya.
Dalam kehidupan serba cepat sekarang ini, Sekapur Sirih adalah sebuah pengingat pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama, menghargai kehadiran orang lain.
Semoga peragaan busana ini bisa menjadi awal bagi persembahan kreasi BINhouse di masa datang.













