JD.id, Jakarta — BINUS University, menggelar acaraTech Day dengan tema ‘How to Feel Immersive Learning and Become Creator Economy’ yang berlangsung di Auditorium Anggrek Campus, BINUS @Kemanggisan, Jakarta, Rabu (3/4)

Adapun kegiatan tersebut juga diramaikan dengan exhibition serta talkshow yang membahas mengenai potensi Nusameta sebagai platform untuk pengalaman belajar yang imersif, dimana peserta mendapatkan pemahaman tentang bagaimana Nusameta dapat merevolusi cara kita belajar dan berinteraksi dengan konten pendidikan.
Berkolaborasi dengan Nusameta, BINUS University, menghadirkan Nusa Borobudur sebagai platform Metaverse inklusif di Indonesia, sebuah fenomena yang berkembang pesat dan menarik perhatian dunia pada abad ke-21.
Proyek ini dinilai mencerminkan komitmen BINUS dalam memanfaatkan teknologi untuk membawa pendidikan dan pariwisata ke era inovatif, juga menawarkan pengalaman virtual mendalam dan edukatif.
Chief Product and Development Officer of Nusameta Budianto menjelaskan, talkshow itu juga akan mengeksplorasi konsep ekonomi kreator di Metaverse, dimana peserta digiring untuk memahami tentang bagaimana individu dapat menjadi pencipta konten digital, yang sukses, menghasilkan pendapatan melalui platform-platform yang ada di Nusameta.
“Dengan memanfaatkan teknologi dan kreatifitas yang berbasis lokal, Nusameta dapat menciptakan pengalaman belajar, membantu imajinasi siswa masuk ke dalam budaya dan tradisi dengan gaya mereka sendiri serta membuka pintu untuk memperdalam pemahaman tentang warisan budaya dan nilai-nilai tradisional dengan kearifan lokalnya”, ujarnya.
Dikesempatan yang sama, Guru Besar Sistem Informasi BINUS University Prof Meyliana menekankan, keberadaan metaverse yang sedang naik turun, tidak terlalu berpengaruh dalam fungsinya sebagai media pembelajaran karena pengalaman belajar yang imersif dan kaya dengan pengalaman akan jauh lebih menarik bagi para siswa dibandingkan dengan belajar secara tradisional.
Ia menjelaskan, melalui School of Information Systems, BINUS University berhasil ciptakan gebrakan baru dalam dunia pendidikan dan pariwisata, menghadirkan pengalaman unik menggunakan teknologi metaverse.
Prof. Meyliana juga menyatakan bahwa Nusa Borobudur adalah bukti nyata kontribusi BINUS University, sebagai kampus pertama yang hadir di platform metaverse Nusameta.
“Sekali kita menyatakan memiliki komitmen dalam pengembangan metaverse maka kita terus fokus untuk mengembangkan berbagai use case metaverse yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dan selain Nusa Borobudur, akan segera dilaunching karya metaverse lainnya,” ujarnya.
Sedangkan melalui zoom, Direktur Manajemen Industri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Syaifullah mengungkapkan, Nusa Borobudur di Nusameta dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan dan memperkuat keberagaman budaya Indonesia kepada siswa di seluruh negeri, dan memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai budaya, dan merangsang minat melestarikan dan mempromosikan keberagaman budaya Indonesia.
“Saya melihat Nusa Borobudur di Nusameta dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan dan memperkuat keberagaman budaya Indonesia kepada siswa di seluruh negeri. Ini dapat memperdalam pemahaman mereka tentang nilai-nilai budaya yang kaya dan merangsang minat dalam melestarikan dan mempromosikan keberagaman budaya Indonesia”, tungkas Syaifullah.
Dibalik Proyek Nusa Borobudur ini ternyata berawal dari hasil karya dari BINUSIAN, yaitu Ibu Siti Elda Hierera, yang juga seorang dosen di School of Information Systems yang juga sedang menempuh studi S3 di BINUS University.
“Sebenarnya Nusa Borobudur ini adalah penelitian saya yang dilakukan dalam program disertasi mahasiswa S3 Doctor of Computer Science (DCS) BINUS University yang dipromotori oleh Promotor Prof. Dr. Ir. Meyliana, S.Kom., MM, IPU, SDMS, CBDMP, CME, Ko-Promotor 1 Dr. Arief Ramadhan dan Ko-Promotor 2 Dr. Fredy Purnomo. Judul disertasi yang dilakukan oleh saya adalah Model Destinasi Wisata Cerdas Berkelanjutan berbasis Metaverse (Metaverse-based Sustainable Smart Tourism Destinations). Penelitian ini berfokus pada bagaimana meningkatkan pengalaman berwisata dengan menggunakan teknologi Metaverse. Penelitian ini menggandeng industri langsung yaitu Nusameta.”, Ujar Siti Elda.
Dengan Nusameta Borobudur, diharapkan mahasiswa dapat mendapatkan pengalaman pembelajaran yang lebih dalam dan interaktif, serta akses pendidikan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat di Indonesia. Melalui ruang virtual dalam Metaverse, mahasiswa dapat menghadapi situasi mirip kehidupan nyata, memahami konsep kompleks, dan mempraktikkan keterampilan dalam lingkungan yang aman. Kerjasama antara dosen dan mahasiswa dalam menciptakan konten Nusameta juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran dan pengembangan teknologi. Nusameta diharapkan membantu mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk masa depan yang penuh tantangan dan berdaya saing di dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. (Sari)













