JD.id, Jakarta — BrainEye, perusahaan health-tech asal Australia, siap meluncurkan teknologi berbasis AI untuk menilai kesehatan otak secara cepat dan akurat melalui smartphone di Indonesia. Dukungannya datang dari Brand Ambassador, Emmanuel Petit, legenda sepak bola juara Piala Dunia 1998, yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang kesehatan otak dan keselamatan cedera kepala dalam olahraga. Teknologi ini menyediakan skrining otak yang cepat, terjangkau, dan akurat, tanpa perangkat keras mahal, serta telah digunakan dalam lebih dari 120.000 tes di seluruh dunia.
BrainEye menggunakan AI dan machine learning untuk memberikan hasil yang semakin akurat seiring waktu. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa memantau kondisi otaknya dan mendapatkan deteksi dini gangguan neurologis. Teknologi ini juga sangat bermanfaat dalam olahraga, terutama dalam mendeteksi gegar otak dengan lebih objektif dan real-time dibandingkan tes tradisional. Dalam uji klinis dengan atlet, BrainEye menunjukkan tingkat sensitivitas 100% dan spesifisitas 85% dalam mendeteksi gegar otak.
Steven Barrett, COO BrainEye, mengatakan bahwa misi mereka adalah merevolusi perawatan neurologis dan keselamatan olahraga di Indonesia, serta berinvestasi dalam masa depan perawatan preventif. Teknologi ini juga berpotensi besar dalam kesehatan mental, neurologi klinis, dan perawatan lansia.
Emmanuel Petit menambahkan, teknologi ini membantu melindungi atlet muda di Indonesia dari cedera otak, mendukung perkembangan mereka tanpa mengorbankan kesehatan. Peluncuran ini juga mempererat kerja sama antara Australia dan Indonesia dalam bidang inovasi kesehatan.
Dengan dukungan dari Austrade dan otoritas kesehatan Indonesia, BrainEye siap menjadi solusi kesehatan otak digital yang inovatif, meningkatkan keselamatan olahraga, dan mendukung perawatan preventif di Indonesia.













