JD.id, Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia kembali menggelar Festival Kurikulum Merdeka 2024 untuk kali kedua. Acara ini diselenggarakan di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Jumat, 5 Juli 2024.
Acara dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Ditjen PAUD Dikdasmen, Aswin Wihdianto.
Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Festival Kurikulum Merdeka bertujuan sebagai ruang ekspresi bagi seluruh ekosistem pendidikan, termasuk pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua. Festival itu juga merupakan wadah apresiasi atas keterlibatan mereka dalam mengimplementasikan dan mendukung Kurikulum Merdeka.
“Kegiatan ini dirancang untuk menyebarluaskan inovasi yang telah dilakukan dalam penerapan Kurikulum Merdeka, yang bertujuan menghadirkan pembelajaran berkualitas dan menginspirasi lebih banyak pihak,” ujar Aswin.
Sepertihalnya beberapa karya yang dipamerkan dalam bentuk Pameran Karya Potret Cerita dan Interaksi Bersama Peserta, Pameran Kolaborasi Pendidikan, dan Pemutaran Film Dokumenter.
Selain itu, dalam festival ini juga diumumkan pemenang Potret Cerita Kurikulum Merdeka, di mana para guru dan murid berpartisipasi dengan mengirimkan foto dan video yang menggambarkan pengalaman mereka dalam menerapkan kurikulum tersebut.
Serta terdapat 221 karya yang tayang secara digital. Menurutnya, baik karya terpilih maupun karya relevan yang ditampilkan melalui pameran digital, merupakan hasil kurasi dari 43.000 karya foto dan video terdiri dari 35.182 karya merupakan kiriman pendidik dan tenaga kependidikan. Dan, 6.505 karya peserta didik, serta 1.379 merupakan karya orang tua yang dikirimkan mulai dari bulan Mei hingga Juni 2024.
Kegiatan ini hadir pula peserta yang diundang mencapai sekitar 200 orang, yang terdiri dari berbagai satuan pendidikan, siswa/ siswi dari berbagai sekolah sehingga diharapkan dapat menginspirasi dalam perkembangan digital untuk semua pihak, baik dari komunitas pendidikan, satuan pendidikan, hingga para orang tua.













