JD.id, Jakarta –– Industri makanan dan minuman (F&B) serta sektor waralaba di Indonesia diproyeksikan akan terus menunjukkan tren positif pada tahun 2026. Industri F&B sendiri diperkirakan tumbuh di angka 7-8 persen, sementara sektor waralaba tercatat tumbuh stabil antara 10-15 persen per tahun sejak 2019.
Guna menjawab tantangan kompetisi yang semakin ketat dan kebutuhan akan ekspansi bisnis yang tepat, pameran Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) edisi ke-26 dan Cafe & Brasserie Expo (CBE) 2026 resmi dibuka hari ini, Kamis (7/5), di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.
Penyelenggaraan tahun ini menciptakan ekosistem bisnis terintegrasi dengan menggabungkan tiga pameran besar sekaligus, yakni FLEI (Hall C2 & C3), CBE (Hall C1 & C3), dan MoreFood Expo Indonesia (Hall B).
Melalui konsep “Taste Circle”, CBE 2026 hadir untuk memfasilitasi pelaku bisnis membangun kolaborasi bermakna, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pengalaman konsumen. Sementara itu, FLEI berfokus pada pembukaan peluang investasi dan lisensi, dan MoreFood Expo menitikberatkan pada inovasi bahan baku serta solusi rantai pasok.
”CBE Jakarta 2026 menunjukkan bahwa sektor kafe tidak lagi hanya sekadar tentang produk makanan dan minuman, melainkan sudah menjadi bagian dari identitas, gaya hidup, dan ekonomi kreatif,” ujar Ryanto Handaya, President Director Panorama Media.
Acara pembukaan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, bersama perwakilan dari Kadin Indonesia dan Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI). Dukungan pemerintah ini mengukuhkan posisi pameran tersebut sebagai barometer perkembangan industri kuliner, hospitality, dan gaya hidup nasional.
Ryanto Handaya menambahkan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global, ekonomi Indonesia tetap tumbuh solid. Hal ini senada dengan pernyataan Chairwoman WALI, Levita Ginting Supit, yang menyebut bisnis waralaba sebagai investasi aman.
”Omset bisnis waralaba Indonesia pada tahun 2024 mencapai Rp 143,205 triliun dan menyerap 98.000 tenaga kerja. Dengan adanya PP Nomor 35 Tahun 2024, regulasi kini dipermudah sehingga memicu kemunculan wirausaha baru,” jelas Levita.
Pameran yang diikuti lebih dari 120 brand seperti La Marzocco, Kopikina, dan Tofico ini juga menawarkan sisi edukasi. Pengunjung dapat mengikuti Live Culinary Demo seperti inovasi cokelat bersama Chef Beng Budiarso hingga edukasi Natural Wine oleh Conor McLaughlin.
Untuk mendukung kelancaran transaksi dan operasional, penyelenggara menggandeng sejumlah mitra strategis:BCA sebagai Official Banking partner, BCAinsurance sebagai penyedia perlindungan pengunjung. iForte sebagai Official Internet Partner. JNE sebagai Official Logistic Partner.
Bagi pelaku usaha Horeca (Hotel, Restoran, Kafe) yang mengincar peluang kolaborasi, tersedia program B2B Matchmaking di lokasi. Pameran ini akan berlangsung hingga 10 Mei 2026. Masyarakat yang ingin berkunjung dapat mendaftarkan diri secara daring melalui situs resmi penyelenggara.













