JD.id, Jakarta — Ghea Resort by Amanda Janna terinspirasi oleh “Tri Hita Karana,” filsafat tradisional masyarakat Bali yang merupakan tema global koleksi Ghea Resort tahun ini.
Terjemahan harfiahnya adalah “tiga penyebab kesejahteraan” atau “tiga alasan kemakmuran”.
Tiga penyebab yang disebutkan dalam prinsip ini adalah: Pertama, Keselarasan dengan Tuhan. Kedua, Keselarasan di antara manusia. Ketiga, Keselarasan dengan alam atau lingkungan.
Ini berasal dari spiritualisme dan keyakinan Bali yang mempromosikan keselarasan di antara sesama manusia melalui kerjasama komunal dan pemuliaan kasih sayang: keselarasan dengan Tuhan, yang terwujud dalam berbagai ritual dan persembahan untuk memohon restu dewa dewi, dan keselarasan dengan lingkungan mereka, yang berusaha melestarikan alam dan mempromosikan keberlanjutan serta keseimbangan lingkungan.
Motif sketch yang terinspirasi dari Balinese sketches dan water color painting, yang melambangkan Tri Hita Karana dan kehidupan masyarakat Bali akan menjadi highlight koleksi ini, dengan motif tanaman tropis khas Bali, bunga marigold, wanita Bali, alam Bali dan monyet Bali Macaca fascicularis yang lebih dikenal dengan kera ekor panjang, yang terdapat di Monkey Forest Bali, sebuah kawasan cagar alam sekaligus komplek candi yang terletak di Ubud, Bali.
Dalam koleksi ini, Ghea Resort by Amanda Janna juga akan menampilkan motif terinspirasi oleh Kain Poleng Bali:
‘Kain Poleng’ sebagaimana disebutkan di Bali. Secara definisi, ‘kain’ berarti kain dan ‘poleng’ berarti pola kotak kotak.
Dua warna ini membawa makna yang melambangkan keseimbangan dalam Alam. Hal hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Positif dan negatif, siang dan malam, dil. Keseimbangan Alam ini dikenal di Bali sebagai ‘Rwa Bhineda.’
Meskipun itu adalah objek sederhana, objek ini ada di mana mana. Melalui kesederhanaan seperti itu, objek ini membawa filsafat sentral kehidupan Bali. Realitas Yang dapat dirasakan dan yang tidak terlihat. Bhuana Alit (Bumi) dan Bhuana Agung (Alam Semesta).
Ghea Resort by Amanda Janna juga akan menampilkan motif ‘Gerinsing’, yang merupakan bagian penting dari budaya Bali Aga.
Bali Aga, Baliaga, atau Bali Mula adalah orang asli Bali, terutama terletak di bagian timur pulau, di Karangasem. Mereka juga dapat ditemukan di wilayah barat laut dan tengah.
Orang Bali Aga yang disebut sebagai Bali Pergunungan (Mountain Balinese) adalah mereka yang berada di desa Trunyan.
Bagian penting dari budaya Bali Aga adalah teknik ikat celup kompleks yang digunakan
untuk membuat geringsing ikat ganda tradisional Bali. Desa Tenganan di Bali adalah satu-satunya desa yang masih memproduksi geringsing.
Geringsing dianggap sebagai kain suci,
“diberi sifat supernatural, terutama untuk membantu dalam bentuk penyembuhan,
termasuk eksorsisme. Gering berarti penyakit dan sing berarti tidak.
Untuk fashion show IFW yang berkolaborasi dengan Vespa kali ini, Ghea Resort akan
menampilkan busana pria yang terinspirasi oleh aspek-aspek lama dan baru dari budaya Bali, mulai dari kemeja yang dipasangkan dengan celana dan sarung, selendang diikat di pinggang mereka, serta bunga di telinga dan udeng, hingga udeng yang dikenakan di kepala.
Dan juga gaya modern budaya selancar yang merevolusi Bali di tahun 70an sampai sekarang, seperti kaos longgar, kemeja resor, celana panjang dan pendek untuk pergi ke pantai.
Dengan bekerja sama dengan Vespa dan melalui koleksi ini, “Ghea Resort by Amanda Janna” berharap dapat menyebarkan kebijaksanaan filsafat Bali Tri Hita Karana, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan harmoni dan keseimbangan dengan alam. (Sari)













