Inabuyer Expo 2026 Resmi Dibuka: Dorong UMKM Berinovasi agar Tak Kalah dari Barang Impor

JD.ID, Jakarta— Inabuyer B2B2G Expo 2026 yang merupakan kolaborasi erat antara Kementerian UMKM dan Hippindo resmi dibuka. Pameran yang berlangsung pada 5–7 Mei 2026 di Gedung Smesco ini merupakan gelaran keempat setelah sebelumnya sukses diselenggarakan pada Juli 2025 lalu.

​Pemerintah menaruh harapan besar pada gelaran tahun ini dengan menargetkan nilai transaksi mampu menembus angka Rp 2,5 triliun.

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Helvi Moraza, mengatakan target tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 2,1 triliun.

“Tahun lalu, kami mencatatkan transaksi sebesar Rp 2,1 triliun. Tahun ini, kami menargetkan sukses dengan angka Rp 2,5 triliun. Pemerintah sudah membuka peluang seluas-luasnya,” ujarnya

Helvi menyebut, potensi pasar bagi UMKM sangat besar, terutama melalui belanja pemerintah. Sesuai regulasi, terdapat alokasi minimal 40% atau sekitar Rp 400 triliun dari belanja negara yang diperuntukkan bagi produk UMKM.

Maka dari itu, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus melakukan inovasi dan variasi pada produk yang dihasilkan.

​Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah menilai, inovasi dari pelaku lokal sangat penting agar para peritel dalam negeri lebih memilih memasarkan produk domestik dibanding harus melakukan impor.

​”Dari peritel tuh ingin setiap tahun ada inovasi produk baru, kemasan baru, sehingga kami berjualan juga lebih gampang daripada kami impor,” ujar Budihardjo.

Lebih lanjut, Budihardjo menjelaskan bahwa pameran seperti Inabuyer B2B2G Expo 2026 memiliki peran strategis dalam menyokong program-program prioritas pemerintah era sekarang, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembangunan tiga juta rumah.

​Sinergi ini diyakini mampu menciptakan ekosistem industri dalam negeri yang solid, yang pada akhirnya akan mendongkrak daya beli masyarakat.

​”Daya beli itu sangat penting. Dengan adanya usaha mikro kecil (UMK) naik kelas, akhirnya turis luar negeri akan datang karena produk-produk kami bagus,” tungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *