JD.id, Jakarta-– Islamic Fashion Institute (IFI) yang merupakan sekolah fashion muslim pertama di Indonesia menyelenggarakan acara inspiratif bertajuk Fashioning Freedom: The Modest Guide’s Liberating Approach to Self-Expression di Main stage Pondok Indah Mall 3, sebagai bagian dari rangkaian acara
Jakarta Fashion Week 2025.
Adapun tujuan dari acara ini yakni untuk mendukung Indonesia menjadi kiblat modest fashion dunia. Terlebih lagi saat ini modest fashion semakin berkembang pesat dari sisi kreativitas dan bisnis.
Founder Islamic Fashion Institute Irna Mutiara mengakui, kompetisi di industri fashion modest semakin ketat. Akan tetapi IFI selalu menekankan bahwasanya kesempatan bisa didapatkan oleh siapapun.
“Ketika kita berusaha dan bekerja keras mencari peluang seperti mengikuti lomba ataupun diberikan kesempatan menampilkan kreatifitas lakukanlah secara optimal dan fokus. Terlebih banyak siswa IFI berasal dari daerah,” ujar Irna, di JFW 2025, Sabtu (26/10).
Di samping itu, menurut Irna, walaupun siswa IFI masih diposisi pelajar akan tetapi harus menyerap ilmu dan peluang sebanyak – banyaknya. Dan, juga tentukan karakter desain busana yang ingin ditonjolkan. Tak lupa ia mengingatkan untuk mengangkat potensi wastra.
“Indonesia sangat banyak sekali potensi wastra. Kita ingin ambil yang mana, sehingga produk semakin unik,” ujar Irna yang juga seorang dosen sekaligus desainer dari brand Irna La Perl.
Sebagai informasi, saat ini IFI menyediakan tiga program reguler, yaitu Fashion Designer, Fashion PR & Marketing, dan Fashion Stylist. Selain itu, siswa IFI juga mengikuti kelas trend forecasting, riset pasar online maupun offline, dan business plan.
Diskusi ini juga memberikan pesan para wanita muslimah agar lebih dapat mengekspresikan diri untuk menerapkan style modest muslimah dengan mengangkat potensi wastra dalam kehidupan sehari-hari, namun tetap menghormati nilai-nilai kesopanan dan kepatutan dalam berbusana.













