KLHK Dukung Semangat Menjawab Situasi Pasar Kopi Global

Jakarta — Kegiatan yang berlangsung pada 8 Desember 2020 di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI berusaha mendukung dan menghidupkan kembali semangat menjawab situasi pasar kopi global hari ini.

Ruang produktif ini menjadi ruang sharing dari petani kopi kepada teman-teman muda yang sedang menempuh pendidikan agar dapat mengambil bentuk tanggung jawab pada daerah, juga merupakan motivasi teman-teman muda agar kembali ke daerah dan membangun ekosistem kopi yang baik guna merambah sampai ke berbagai belahan dunia.

Covid-19 menuntut kita beradaptasi pada banyak hal termasuk para petani dan pengusaha kopi. Pemerintah Indonesia melalui KEMENKOPIUKM menyarankan pada para petani kopi agar tergantung dalam berbagai koperasi agar terlindungi dari sisi pasar.

Koperasi akan menjadi Off Taker (pembeli barang) agar hasil panen tidak terkesan sia-sia. Tentu saja hal tersebut menguntungkan bagi para petani kopi yang daerahnya terdapat koperasi atau sebelumnya telah terbentuk koperasi.

Data statistik 2018 menunjukkan 96,6% lahan kopi di Indonesia dikuasai oleh perkebunan rakyat. Artinya hampir sebagian besar bisa dikatakan bukan tidak mungkin bahwa ada rantai panjang yang menggantungkan hidup dari tanaman ini. Motivasi-motivasi kecil tentang berbagai kegelisahan itulah menciptakan semangat bagi teman-teman muda dari Garda NTT guna menyelenggarakan salah satu kegiatan dengan tajuk, Nusa Tenggara Coffee Week.

Menghadirkan petani kopi dari Bajawa dan para penggiat kopi yang lain dari NTT yang sedang merintis usaha di Jakarta merupakan upaya untuk mendorong teman-teman pengusaha muda dari NTT.