JD.id, Jakarta –– Nyapres bukan berarti kita tidak mempersoalkan dan mengangkat isu terkait kejahatan HAM karena ini adalah sejarah. Titipan tugas sejarah titipan dari kawan-kawan yang meninggal mati dibunuh, diculik dan keluarga yang merasa kehilangan. Anaknya yang belum pernah melihat kuburannya dimana, kalau meninggal jasadnya tolong dikembalikan. Sialnya Prabowo ini jelas didalam keputusan DKP sudah dinyatakan pertama melakukan ketidakpatuhan, kedua melakukan perampasan kemerdekaan, ketiga terlibat dalam penipuanan. Itu pidana, pidana itu kejahatan. Pelaku kejahatan adalah penjahat. Bagaimana mungkin penjahat kita memberikan mandat untuk mengurus pemerintahan. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Barikade 98 Benny Rhamdani di acara prescon Membongkar Keputusan Dewan Kehormatan Perwira Tahun 1998 di Hotel Grand Cemara Jl. Cemara 1 Menteng, Jakarta Pusat 29/12/33.
Benny Rhamdani menambahkan, Lebih sial lagi DKP yang terdiri dari 7 Jenderal ketuanya Subagyo AS, Sekda Jamali Chaniago, ada Agum Gumelar, Susilo Bambang Yudhoyono. Wiranto sebagai Panglima ABRI yang pada saat itu diperintahkan membentuk DKP untuk melakukan pemeriksaan kepada Prabowo. Kemudian SBY dan Agum Gumelar saat ini memberikan dukungan kepada Prabowo. Dalam artian mereka telah melakukan pengkhianatan terhadap Sapta Marga dan sumpah prajurit. Maksudnya kalau anda ingin menganulir atau membersihkan nama baik Prabowo maka yang paling fair adalah seret Prabowo ke Pengadilan HAM dan Komnas HAM dalam proses pemanggilan kepada Prabowo bahwa tidak pernah Prabowo mau hadir. Yang kedua adalah Prabowo Jantan dan Tuan-tuan yang meminta maaf kepada rakyat atas apa yang dilakukannya di masa lalu. Kalau itu sudah dilakukan dan itu cara menganulir yang paling adil. Nanti kita lihat apakah keluarganya akan menerima permintaan maaf atau tidak. Apakah proses hukum yang menyeret Prabowo tetap disetujui atau tidak,” ungkap Benny.
Lebih jauh Benny Rhamdani mengatakan, Intinya Prabowo tidak pernah menyampaikan permintaan maaf. Saya menyindir kawan-kawan yang ada disana, kalau mau membersihkan Prabowo tidak dengan air liur, lendir mereka yang hari ini memuja-muja Prabowo padahal dulu mencaci maki Prabowo. Menyatakan Prabowo pemimpin masa depan padahal dulu menyatakan Prabowo adalah bagian dari kekuatan orde baru, kejahatan HAM dan penculikan oleh kawan-kawan kita juga. Ini adalah cara-cara yang bisa membius dan menipu masyarakat 277 juta rakyat Indonesia dalam Pilpres 2024. Prabowo itu kalau dia terpilih dia akan menjadi ancaman bagi 3 hal yaitu:
Ancaman demokrasi, ancaman bagi HAM dan ancaman bagi legitimasi dan pengakuan internasional atas kepemimpinan suatu negara ,” papar Benny.
Arogansinya, dia dididik sebagai tentara yang memiliki arogansi dan kesombongan. Dulu undang-undangnya memerintah rezim yang sangat totaliter selama 32 tahun. Kesembongan itu yang dimiliki oleh Prabowo. Mereka yang tidak lahir pada tahun 98, yang tidak mengetahui sejarah peristiwa 98 bukan berarti mereka tidak harus belajar. Sejarah itu bagian dari estafeta peradaban suatu bangsa dan negara. Jadi siapapun dari tingkat generasi apapun dia harus mengetahui sejarah berdirinya negara ini. Siapa pelaku yang memberikan kontribusi pembangunan besar terhadap bangsa dan negara ini. Termasuk siapa-siapa yang menjadi penjahat di negara ini, siapa yang telah membunuh demokrasi, siapa yang telah merampas hak asasi manusia, siapa yang mengotori konstitusi negara kita semua generasi harus tahu ini karena ini bagian dari peradaban estafeta bagaimana setiap dari kita mempunyai tanggung jawab untuk membangun dan menjaga bangsa ini,” ujar Benny.
Teman-teman korban setiap hari Kamis ada di depan Istana menuntut Presiden untuk membuka sejarah kejahatan HAM dan bahkan menuntut penyelesaian yang belum juga selesai. Justru mereka yang menggunakan kejahatan HAM dan mencoba mencucinya dari tubuh Prabowo untuk menyatakan bahwa Pak Prabowo bersih. Justru mereka mengambil bagian dari tuntutan kita ada kejahatan dan proses pengajuan yang adil menyeret para pelakunya. Itu dilakukan kalangan aktivis dalam diskusi yang melibatkan banyak pihak dan keluarga korban melakukan demo di depan istana setiap kamis. Makanya kalau ini dimaksudkan untuk menjegal, ceritanya bisa berbeda jika Prabowo Gentleman berani menyatakan permintaan maaf kepada rakyat. Melakukan pengakuan atas kesalahan di masa lalu. Namun pengakuan tidak pernah dilakukan oleh Pak Prabowo. Lalu mengakui kejahatan di masa lalu tidak pernah dilakukan,” ucap Benny.
Kita tidak hanya berhadapan secara fisik dengan Pak Prabowo, tapi kesombongan dan arogansi Prabowo yang harus kita lawan karena ini menjadi ancaman bagi demokrasi dalam perjalanan bangsa ini. Apalagi kejahatan yang dilakukan oleh Prabowo tidak pernah Prabowo meminta maaf kepada rakyat Indonesia. Orang bisa mencuci dirinya dengan air liur dan lendir media sosial. Tapi apakah kejahatan setiap manusia kemudian tiba-tiba dimaafkan dan diamuni oleh Tuhan. Terlebih lagi jika dia belum menyampaikan permohonan maaf dan pengakuan kejahatan. Sehingga jika Prabowo ingin bersih dan dianulir, ada dua hal. Ikuti proses pengadilan HAM, pemanggilan Komnas HAM yang harus dihadiri dan melakukan pengakuan atas kejahatan masa lalu dan meminta maaf kepada rakyat,” pungkas Benny. ( Harry A)













