JD.id, Jakarta — Rumah Sakit (RS) dr. Soeharto Heerdjan Jakarta kini resmi bertransformasi. Di usianya yang ke-106 tahun, rumah sakit yang selama ini dikenal sebagai Rumah Sakit Jiwa (RSJ) tersebut kini memperluas layanannya menjadi pusat kesehatan jiwa nasional yang juga melayani pasien umum.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan untuk menghapus stigma negatif yang selama ini melekat di masyarakat.
”Selama ini ada anggapan hanya ‘orang gila’ yang ke sini. Padahal, layanannya sangat luas. Kami ingin masyarakat tidak lagi malu atau takut datang untuk berobat,” ujar Kunta saat hadir di perayaan puncak yang digelar di Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (26/4).
Bukan Sekadar Penanganan Gangguan Jiwa Berat
Melalui reformasi ini, RS Soeharto Heerdjan kini lebih meluas dengan menangani berbagai masalah kesehatan mental yang sering ditemui sehari-hari, antara lain:
- Masalah Lansia: Penanganan pikun atau demensia.
- Anak dan Remaja: Konsultasi untuk anak yang mengalami depresi atau kecemasan.
- Psikologi Umum: Layanan bagi masyarakat yang stres karena beban kerja atau masalah sosial.
Direktur Utama RS dr. Soeharto Heerdjan, dr. R. Soeko W. Nindito D., menyebutkan bahwa warga Jakarta kini bisa memeriksa kesehatan mental mereka secara dini tanpa harus menunggu sakit parah.
”Kita tidak lagi menunggu orang sakit, tapi mencegah dari awal. Sekarang ada alat canggih yang bisa mengukur tingkat stres hanya lewat denyut jantung. Jika hasilnya tinggi, tim ahli kami langsung memberikan solusi,” jelas dr. Soeko.
Ia menambahkan, kehadiran layanan ini sangat penting bagi warga ibu kota yang memiliki tingkat tekanan atau stressor yang tinggi.
Terintegrasi BPJS dan Siapkan Layanan Eksekutif
Selain lokasi yang strategis di dekat Stasiun Grogol, rumah sakit ini juga tetap melayani pasien BPJS Kesehatan, baik untuk layanan jiwa maupun layanan medis umum.
Ke depannya, RS Soeharto Heerdjan akan terus berinovasi untuk menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk rencana pembukaan layanan Rawat Inap Eksekutif pada pertengahan tahun ini.
”Harapan kami, warga mulai dari Jakarta hingga Tangerang tahu bahwa di sini ada layanan umum juga. Kami ingin memberikan pelayanan kesehatan yang lengkap, mulai dari pencegahan hingga pengobatan,” pungkasnya.













