Timeless Threads of Tomorrow: Batik Chic Rayakan 16 Tahun, Sukses Jadikan Wastra Nusantara yang Modern dan Berkelas

JD.id, Jakarta – Siapa bilang batik hanya cocok untuk acara formal atau wajib di lemari para Mama? Batik Chic, salah satu label mode wastra Nusantara terkemuka, telah membuktikan sebaliknya. Label ini sukses mentransformasi kain tradisional kita menjadi busana lifestyle yang chic, modern, dan bangga dikenakan setiap hari.

Dedikasi 16 tahun ini dirayakan dengan megah dalam acara bertajuk “Timeless Threads of Tomorrow” di Nusantara Room, The Dharmawangsa Jakarta, Sabtu (29/11). Perayaan ini tak hanya merayakan usia brand, tetapi juga mengukuhkan visi Novita Yunus, pendiri sekaligus Creative Director di balik Batik Chic.

Kisah inspiratif dimulai dari sang pendiri, Novita Yunus. Lulusan Monash University, Australia, ini membuat keputusan besar meninggalkan karier perbankan yang ia tekuni selama 13 tahun untuk sepenuh hati mendalami fashion. Ia mendirikan Batik Chic pada tahun 2009 dengan satu tujuan: mengangkat wastra Indonesia,mulai dari Batik, Tenun, hingga Ulap Doyo menjadi busana daily wear yang modern, mudah diterima, dan dibanggakan oleh semua kalangan.

“16 tahun ini adalah sebuah apresiasi dari perjalanan Batik Chic. Tujuan utama kami adalah membuat batik sebagai lifestyle, sebagai daily wear, sehingga orang yang pakai batik itu bangga banget. Bangga dan terlihat lebih keren, lebih cantik, dan lebih berwibawa,” ujar Novita Yunus.

Sebagai Pejuang Wastra Nusantara, Novita Yunus dikenal sangat aktif membawa kain tradisional kita go global, tampil di panggung bergengsi seperti Paris dan Tokyo. Ia menekankan, kunci kesuksesan bukan hanya pada kreativitas desain, tetapi juga pada etos kerja.

“Kedisiplinan dan jaringan yang saya peroleh dari 13 tahun bekerja di perbankan menjadi kunci suksesnya dalam membangun Batik Chic dengan pertumbuhan yang organik, tidak ambisius, namun berkelanjutan,” ujarnya, seraya membagikan kisah sukses proyek 1000 Tas Sehari pada tahun 2014 yang berhasil diselesaikan berkat jaringan mitra pengrajin yang solid.

Lebih dari sekadar mode, Batik Chic memiliki komitmen kuat sebagai Pemberdaya Pengrajin. Novita Yunus bercerita tentang perjuangannya membantu pengrajin lokal, terutama di masa pandemi, melalui program inisiatif seperti Ikatan Batik yang didukung oleh KBRI/KJRI di seluruh dunia.

Ia juga mengenang momen penting pada tahun 2015 ketika desainnya untuk tenun Ulap Doyo dari Kalimantan Timur memenangkan penghargaan Best Product Southeast Asia dari UNESCO di Paris. Kemenangan ini memberikan dampak nyata  di mana ia berhasil membuat para pengrajin yang sempat beralih profesi menjadi buruh kembali menekuni seni tenun tradisional mereka. Sebuah kisah fashion yang membawa perubahan sosial yang nyata!

Acara “Timeless Threads of Tomorrow” yang dimeriahkan oleh penampilan spesial dari Hedi Yunus, Mia Ismi, Yuyun George, Baby Wattimena, dan Abang None Jakarta Selatan, mencapai puncaknya pada Fashion Show pukul 15:00 WIB.

Peragaan busana ini menampilkan koleksi terbaru Batik Chic, yang semakin mengukuhkan posisi wastra sebagai busana yang modern, berkelas, dan membanggakan:

Pertama,  BC “Threads of Heritage” Kebaya Collection. Merayakan warisan leluhur melalui interpretasi modern dari tiga wastra: Ayam Puger, Guci Peranakan, dan Batik Basurek. Koleksi ini tampil anggun dengan palet deep indigo, royal blue, dan aksen gilded gold, menjadikannya pilihan sempurna untuk acara formal yang elegan.

Kedua, Koleksi BC ” Taman Ria”
Koleksi ini merefleksikan keceriaan dan kebebasan berekspresi. Terinspirasi dari tradisi pesisir Jawa, hadir dengan palet warna energik seperti merah bata, biru laut, dan kuning yang menciptakan nuansa ringan, segar, dan youthful.

Ketiga,  NY by Novita Yunus
Koleksi  Midnight Obsidian, menghadirkan modest wear dengan palet monokrom gelap (moss green, charcoal grey) yang tenang, kuat, dan refined.

Keempat, Tiraz “Midnight Blue”:
Menampilkan koleksi modest wear yang fokus pada Gringsing (simbol perlindungan dan keseimbangan), dieksekusi dengan palet biru lembut modern, atas tantangan pengembangan dari Bank Indonesia (BI).

Kelima, Simpul Sutra
Koleksi Flower Harmony, lini khusus untuk generasi muda ini memadukan kelembutan sutra dengan keindahan floral yang elegan. Desain yang mengalir dan earthy monokrom (hitam, ivory, beige) sangat cocok untuk penampilan harian yang tenang, refined, dan penuh pesona alami.

Hingga usia ke-16, Batik Chic telah berkembang pesat dengan tiga galeri utama (Kemang, Menteng, Surabaya) dan 11 outlet. Jenama ini juga melahirkan sub-brand inovatif untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas: NY by Novita Yunus (lini premium/global), Simpul Sutra (lini anak muda), dan Tiraz (lini modest wear Islami).

Sebagai informasi, Novita Yunus menyampaikan kabar gembira terkait rencana ekspansi. “Insya Allah tahun depan kami ingin buka kembali di Singapura, karena permintaan di sana luar biasa,” tungkasnya.

Hal ini menandakan langkah besar Batik Chic untuk membawa Batik Go Global lebih jauh lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *