Kerjasama BTN dan JFW 2027: Strategi Dongkrak UMKM Fesyen Tembus Pasar Ekspor

JD.id, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mulai melirik potensi besar dengan merambah ekosistem ekonomi kreatif. Mengambil peran sebagai Official Bank Partner Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 di Pondok Indah Mall 3, perbankan ini berniat memperkuat penetrasi pasar sekaligus menaikkan kelas UMKM binaannya di sektor fesyen.

Di ajang ini, BTN membawa program BTN Fashion Lab bersama beberapa desainer . Hal ini bertujuan mendongkrak kualitas serta daya saing produk agar layak masuk ke pasar ritel kelas atas seperti FashionLink dan Dewi Luxe Market.

Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar mengejar branding, melainkan bagian dari transformasi bisnis perbankan.
“Keterlibatan BTN dalam Jakarta Fashion Week 2027 merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung perkembangan industri fesyen dan ekonomi kreatif nasional. Kami ingin memperkuat posisi BTN sebagai bank yang modern dan adaptif, serta mendorong pelaku UMKM agar semakin berkembang dan memiliki daya saing,” ujar Ramon, di Jakarta, Selasa (27/10).

Dikesemptan yang sama, Pemerintah melalui Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyoroti pentingnya akses pasar langsung bagi para pelaku usaha kreatif agar karya mereka tidak berhenti di tingkat kerajinan semata, melainkan menjelma menjadi bisnis yang produktif.

“Melalui FashionLink dan Dewi Luxe Market, kolaborasi ini diharapkan dapat membawa produk-produk lokal semakin dekat dengan pasar,” kata Dyah.

Peluang ekspor fesyen Indonesia memang sedang berkembang. Pada periode Januari hingga Agustus 2026, ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional membukukan nilai US8,15 miliar dengan surplus US2,18 miliar. Ekspor pakaian jadi mendominasi hingga 72,4 persen atau senilai US5,90 miliar, naik 2,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Amerika Serikat masih menjadi pasar terbesar dengan US3,41 miliar, sementara pasar alternatif seperti Belanda naik 26,2 persen, Kanada 11,3 persen, dan Jepang 7,4 persen.

Bagi BTN, kolaborasi ini menjadi pintu masuk strategis untuk menjaring nasabah muda dan pengusaha kreatif baru. Di sisi lain, integrasi antara pembiayaan bank, bimbingan desainer, dan ruang ritel JFW memberikan jalur cepat bagi UMKM fesyen lokal untuk peluang besar ekspor global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *