JD.id, Jakarta — Ormas Solidaritas Nasional Kebhinekaan Bersatu (SNKB) mengutuk keras tindakan pelaku penyiraman air keras terhadap Meiya Cathlin Witak (13), siswi SMPN Nubatukan, Kabupaten Lembata, NTT.
Ketua Umum SNKB Ustadz. Bram A Belutowe menekankan, dengan menyiram air keras jenis soda api, ini perilaku tidak beradab, manusia berhati iblis.
“Saya sebagai putra daerah asli Kedang Desa Hoelea, meminta kepada pihak penegak hukum Kabupaten Lembata, terutama Kapolres Lembata agar menindak tegas kepada pelaku bernama Charles Arif. Dan, memberikan Hukuman yang setimpal,” kata Bram dalam keterangan tertulis, Rabu (16/10).
Bram menduga kasus ini ada kepentingan Politik di pilkada Bupati Lembata 2024. “Apalagi pelakunya adalah team sukses dari salah satu Calon Bupati Lembata, Dr. Jemmy Sunur.”ujarnya.
Ia berharap masyarakat melihat kasus dengan mata hati apakah pantas Jimmy Sunur menjadi Bupati Lembata 2024?.
“Terlebih Jimmy masih calon Bupati saja sudah memperlakukan anak tanah seperti Binatang, apalagi sudah menjadi Bupati Lembata,” ucap Bram yang juga sosok Putra Daerah Asli Kedang Lembata.
Lebih lanjut ia megingatkan, bahwasanya Jimmy Sunur dan keturunannya hanya datang niaga di tanah Lembata, untuk cari makan di tanah Lembata dan bukan asli orang Lembata.
“Apabila masyarakat Kedang khususnya dan Lembata pada umumnya masih memilih Dr. Jimmy Sunur maka dapat saya katakan mereka adalah pengkhianat Lewotana Lembata,” tungkas Bram.
Dirinya berpesan pada masyarakat Lembata, “Penentu masa depan Lembata ada di hati nurani masyarakat Kedang khususnya dan Lembata pada umumnya.
Tentukan pilihanmu saat anda berada di bilik TPS.” tegasnya. (Rahmalia)













