JD.id, Jakarta –Momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat (GR) yang digelar di Jakarta pada 17-18 Januari 2026, memunculkan desakan kuat agar Anies Baswedan mengambil peran kepemimpinan formal. Transformasi organisasi dari ormas menjadi partai politik (parpol) dianggap memerlukan figur sentral sebagai nakhoda utama.
Ketua DPD Gerakan Rakyat Solo, Sajidan, M.Pd., menegaskan bahwa aspirasi dari basis massa di Jawa Tengah menginginkan Anies Baswedan tidak hanya menjadi simbol, tetapi motor penggerak struktural di dalam partai.
”Harapan kami, Pak Anies menjadi penggeraknya. Gerakan Rakyat berubah menjadi partai dengan harapan beliau menjadi motornya, setidaknya duduk sebagai Ketua atau Pembina,” ujar Sajidan saat memberikan keterangan di Rakernas GR, Sabtu (17/1/2026).
Sajidan, yang juga merupakan tokoh pendidik yang juga pernah memimpin Kepala Sekolah SMA 5 Solo, mengungkapkan adanya dukungan strategis dari Surakarta. Ia membawa pesan dari keluarga almarhum Haji Slamet Suryanto, Wali Kota Solo pertama periode 2000–2005. Putri mendiang Slamet Suryanto, Intan Permata Kartika Sari (Mbak Intan), disebut telah menyiapkan dukungan logistik berupa markas perjuangan.
”Mbak Intan adalah alumni SMA 5 Solo dan putri almarhum Pak Wali Kota Slamet Suryanto tokoh yang dulu posisinya digeser oleh Pak Jokowi dalam bursa rekomendasi. Beliau berjanji akan menyerahkan rumahnya untuk digunakan sebagai Sekretariat Gerakan Rakyat Kota Solo jika Pak Anies resmi menjadi pembina atau ketua,” jelas Sajidan.
Dukungan ini dinilai signifikan karena keberanian Mbak Intan mendirikan posko Anies Baswedan di tengah lingkungan yang merupakan basis kuat partai lain pada Pilpres 2024 lalu.
“Kini, kami ingin menarik Pak Anies masuk ke gerbong partai politik ini sebagai lokomotif utama agar kita punya panggung nyata menuju 2029,” pungkasnya.











