JD.id, JAKARTA – BINUS University secara resmi memperkenalkan program doktor terbaru, Doctor of Accounting Science (DAS), pada Sabtu (11/4/2026). Langkah strategis ini diambil untuk menjawab tantangan disrupsi teknologi dan kebutuhan akan pemimpin bisnis yang mampu mengintegrasikan ilmu akuntansi dengan kecerdasan buatan (AI).
Perhelatan yang digelar di Kampus Anggrek, Jakarta Barat ini menandai hadirnya wadah baru bagi para pakar akuntansi, praktisi, serta akademisi untuk mendalami riset akuntansi berbasis teknologi masa depan.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., dalam sambutannya menekankan bahwa profesi akuntan kini mengalami perubahan fundamental. Akuntan tidak lagi sekadar pencatat transaksi, melainkan analis strategis yang mengelola Big Data.
”Kita berada di tengah perubahan besar. Di era ini, akuntan dituntut menjadi analis strategis yang mampu mengelola data dengan presisi untuk menciptakan nilai berkelanjutan. Melalui kehadiran DAS dengan fokus pada Accounting Analytics, kami ingin membentuk Thinking Leaders peneliti sekaligus praktisi yang mampu menjawab kompleksitas zaman,” ujar Dr. Nelly.
Momentum ini juga bertepatan dengan usia 45 tahun BINUS University, di mana universitas terus berkomitmen dalam membina dan memberdayakan masyarakat.
Dekan School of Accounting BINUS University, Prof. Ang Swat Lin Lindawati, Ph.D., menyatakan bahwa pembukaan program DAS adalah langkah untuk memimpin perubahan global, bukan sekadar mengikuti arus.
”Hari ini adalah titik awal redefinisi akuntansi. Akuntansi tradisional sudah tidak memadai lagi. Keputusan bisnis sekarang harus dibuat secara real-time, didukung AI, dan dipandu oleh prediksi. Akurasi saja tidak cukup; akuntan masa depan harus memiliki insight, visi, dan kepemimpinan,” tegas Prof. Lindawati.
Ia menambahkan bahwa DAS hadir bukan sekadar untuk mengejar gelar, melainkan sebagai platform transformasi cara berpikir bagi akademisi maupun profesional.
Head of Department DAS BINUS University, Prof. Toto Rusmanto, M.Comm, Ph.D., menjelaskan bahwa program ini dirancang secara komprehensif sebanyak 42 SKS yang dapat diselesaikan dalam enam semester (3 tahun).
”Kami menitikberatkan pada Accounting Analytics sebagai landasan pengambilan keputusan berbasis data. Bidang riset kami mencakup AI, blockchain, ESG (Environmental, Social, and Governance), hingga sustainability business,” jelas Prof. Toto mengenai program yang baru saja dirilis tersebut.
Struktur program terdiri dari:
Semester 1 & 2: Perkuliahan (coursework) dengan metode hybrid, mencakup mata kuliah seperti Big Data & AI in Accounting dan ESG.
Semester 3 – 6: Fokus penuh pada riset (full research) yang didampingi oleh tim promotor ahli.
Selain peluncuran program, digelar pula talkshow bertajuk “The Future of Accounting Research and Practice in the Age of AI”. Diskusi ini menghadirkan para pakar untuk membedah transformasi profesi akuntansi, di antaranya Prof. Gatot Soepriyanto (Pakar Fraud Examination BINUS University), Dr. Selvia Vivi Devianti (DPN IAI & Kepala Litbang BPK RI), serta Prof. Dr. Sani Muhamad Isa (Pakar Data Science BINUS University).
Program DAS diharapkan dapat mencetak lulusan yang siap mengisi posisi strategis seperti Chief Financial Officer (CFO), konsultan pajak, hingga spesialis transformasi bisnis.













