Berita  

CIDES ICMI Selenggarakan Forum Dialog Nasional Kebangsaan Tentang Strategi Clean Government Untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045

JD.id, Jakarta — Indonesia baru saja memasuki usia yang ke-81 tahun. Masih dalam suasana hari kemerdekaan yang menjadi pertanyaan apakah kita sudah benar-benar merdeka? Kita masih memiliki persoalan yang sangat penting bagi masa depan bangsa. Bagaimana kita memaknai atau memahami clean government sebagai sebuah refleksi menuju Indonesia Emas 2045.

Masih dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-8, Center for Information and Development Studies (CIDES) ICMI menyelenggarakan Dialog Nasional bertajuk Strategi Clean Goverment untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang berlangsung pada Kamis (20/8) di Gedung ICMI Pusat, Warung Jati, Jakarta Selatan.

Adapun sebagai pengantar
Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, MA. Ph.D., selaku Direktur CIDES ICMI.

Acara diawali oleh kata sambutan oleh Dr. Priyo Budi Santoso, M.AP., selaku Wakil Ketua Umum ICMI Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerjasama Antar Lembaga. Kemudian pidato kunci/ keynote speech sambutan & pembuka sesi dialog atau seminar oleh Prof. Dr. Arif Satria selaku Ketua Umum ICMI.

Pada kesempatan dialog nasional mengundang beberapa narasumber yang ahli dan pakar di bidangnya, diantaranya meliputi Dr. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S.Si., MT., sebagai Wakil Ketua Badan
Legislasi (Baleg) DPR RI, Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, SE., ME., sebagai Dewan Pakar ICMI Pusat, Koordinator Komisi Politik dan Kenegaraan, Prof. Dr. Ir. Laode M. Kamaluddin, M.Sc., M.Eng., sebagai Rektor UICI periode 2021–2025, Prof. Dr. Lili Romli, M.Si., sebagai Peneliti Pusat Riset Politik BRIN. Agenda tersebut dimoderatori oleh Prof. Dr. Ismail Suardi Wekke, Ph.D., sebagai Peneliti CIDES ICMI.

Jika kita melihat data masih memiliki Pekerjaan Rumah yang besar. Transparansi internasional dalam Corruption Index 2025 masih menempatkan Indonesia pada skor 34/ 100 dari 109 dari sebanyak 182 negara. Dari data tersebut tentu bukan untuk membuat kita menjadi pesimis, justru sebaliknya menjadi pemacu apa saja yang harus kita perbaiki. Negara yang kuat bukanlah negara yang merasa tidak memiliki masalah namun negara yang berani melihat masalah, melakukan langkah koreksi dan segera memperbaiki secara cepat dan tepat.

Dikatakan oleh Prof Dr Arif Satria selaku Ketua UMUM ICMI dalam paparannya melalui rekaman video bahwa bagaimana kita membangun Clean Government menuju Indonesia Emas 2045.

Oleh sebab itu, ilmu pengetahuan menjadi sangat penting sebagai salah satu alat untuk menjadi dasar kebijakan. ICMI tentunya mengapresiasi langkah Presiden yang berani memberantas korupsi dan mengambil langkah strukturalis dalam memecahkan masalah kebocoran ketimpangan sumber daya alam dan juga praktik ilegal yang merugikan negara. Kita masih perlu membangun pemerintahan yang bersih dengan sistem yang baik, data yang benar dengan teknologi yang tepat guna.

Kita juga perlu Sumber daya manusia yang berintegritas dan yang tidak kalah penting adalah kita perlu adanya budaya organisasi yang mendorong orang untuk bekerja dengan baik dan benar. Solusi hadir bukan untuk sekedar untuk memindahkan pelayanan dari meja ke layar saja. Digitalisasi di lingkup pemerintah perlu membuat prosedur yang lebih transparan, lebih cepat, akuntabel, lebih mudah diawasi dan pada akhirnya lebih dapat dipercaya oleh masyarakat.

Jadi pada intinya digitalisasi adalah bagian dari Trust! Sebagai ketua ICMI beliau menuturkan persoalan mengenai clean government bukan sebagai persoalan pemerintah semata. Hal ini merupakan persoalan kita bersama, tantangan menuju Indonesia Emas 2045 semakin kompleks. Karena yang kita hadapi adalah bonus demografi, perkembangan teknologi 4.0, perubahan iklim, persoalan geopolitik karena persaingan antar negara yang semakin ketat.

Karena itu kita butuh pemerintah yang tidak hanya bersih, tapi juga efektif, adaptif, inovatif dan berbasis pada ilmu pengetahuan. Pekerjaan rumah kita bersama selama 2 dekade ke depan. Indonesia Emas 2045 tidak boleh hanya menjadi target angka pertumbuhan ekonomi saja. Indonesia Emas harus menjadi cita-cita tentang Indonesia yang lebih sejahtera, adil dan makmur, berdaulat melalui kekuatan high trust society. Masyarakat dengan saling rasa percaya diri yang tinggi. Social capital adalah tentang trust (sikap saling percaya). Sementara itu trust atau kepercayaan tidak dapat dibangun hanya dalam semalam. Kepercayaan justru dibangung dari hal-hal sederhana, seperti keterbukaan, konsistensi, integritas, pelayanan yang baik, keputusan-keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan dan keberanian untuk mengakui ketika ada hal-hal yang harus dihadapi.

Pada akhirnya clean government bukan tentang bagaimana cara mencegah korupsi. Clean government berarti juga kita membangun pemerintahan yang benar untuk kepentingan rakyat. ICMI melalui CIDES memiliki posisi yang sangat strategis untuk menjadi jembatan antara gagasan para cendekiawan, hasil riset dan kebutuhan masyarakat serta kebutuhan kebijakan pembangunan nasional. Semoga dengan forum ini lahir gagasan-gagasan baru yang tidak hanya berhenti untuk didiskusikan tapi juga dapat diterapkan.

Besar harapan dialog nasional ini tidak hanya menjadi diskusi semata. Mari jadikan forum tersebut sebagai wadah untuk mencari solusi bersama dan dapat mengambil langkah kongkret atau nyata.

Indonesia Emas bukan Pekerjaan Rumah pemerintah semata tapi pekerjaan kita semua. Pekerjaan satu generasi. Pemerintah yang bersih atau clean adalah salah satu fondasi penting untuk dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kontribusi untuk kepentingan bangsa dan negara.

Bukan hal yang mustahil Indonesia akan menjadi negara tangguh, mandiri, dan inklusif di tahun 2045. Pembangunan 20 tahun ke depan diharapkan dapat mendorong Indonesia bertransformasi menuju peradaban masyarakat yang modern dan sejahtera. Cita-cita anak bangsa untuk Indonesia Emas 2045 terlaksana sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *