JD.id, Jakarta – Gelaran Jakarta Fashion Week 2026 di PIM 3 Jakarta menghelat sebuah acara spesial, “City of Jakarta Presents; ASEAN Fashion Parade”. Inisiatif mode lintas negara ini bertujuan menempatkan Jakarta sebagai pusat perhatian dalam menampilkan kekayaan budaya dan warisan tekstil dari kawasan Asia Tenggara.
Adapun benang merah utama yang menyatukan kolaborasi ini adalah latar belakang sejarah yang kuat dari ASEAN. Ini tercermin melalui partisipasi para desainer yang merupakan bagian integral dari negara-negara anggota ASEAN, seperti Rizman Ruzaini dari Malaysia, Francis Libiran dari Filipina, dan Frederic Lee dari Singapura, yang karyanya terkenal menakjubkan dan menawan.
Svida Alisjahbana, Ketua JFW, menuturkan Latar belakang dari inisiatif ASEAN ini berakar pada kesadaran akan sejarah panjang yang menghubungkan bangsa-bangsa di kawasan ini sebagai bagian dari keluarga ASEAN. Jejak sejarah membawa kembali ke Asia Tengah, mengingatkan pada kekayaan rempah dan warisan budaya yang dimiliki bersama.
Svida Alisjahbana merasa bangga bangsa-bangsa di kawasan ini berbagi kesamaan dalam seni, teknik, dan terutama dalam kekayaan kain tradisional. Keanekaragaman kain-kain ini, yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan di seluruh ASEAN, justru menjadi kekuatan yang membedakan.
Selama perjalanan Jakarta Fashion Week, Svida Alisjahbana terus menerima pertanyaan dan permintaan tentang bagaimana dapat memperluas cakupan acara ini, termasuk dengan memasukkan unsur Asia yang lebih kuat. Inilah yang menjadi landasan bagi inisiatif ASEAN Fashion Parade.
Svida Alisjahbana juga ingin berbagi mengenai perjalanan dalam membangun kerjasama dengan para desainer di seluruh ASEAN. Pembangunan tersebut, tentu saja, adalah bagian penting dari upaya ini.
Menggelar kolaborasi lintas negara yang seringkali menimbulkan tantangan dalam visi, terutama saat menghubungkan para desainer dari berbagai negara.
“Ini adalah kesempatan istimewa untuk menghadirkan fashion dari Asia,” ujar Svida. Iapun menambahkan Asia Tenggara, menjadi tempat kreativitas mode terus berkembang dan menunjukkan potensi yang besar.
Hal ini menunjukkan komitmen untuk mengangkat talenta dari kawasan Asia di panggung internasional.
Parade ini bukan sekadar fashion show, ini adalah penegasan bahwa mode Asia Tenggara memiliki potensi besar untuk bersinar di kancah global, menginspirasi, dan meninggalkan kesan mendalam bagi setiap mata dan jiwa yang menyaksikannya.
Mengenal Lebih Dekat Tiga Desainer Bintang ASEAN:
● Rizman Ruzaini (Malaysia): Didirikan oleh duo Rizman Nordin dan Ruzaini Jamil sejak tahun 2005, jenama ini dikenal dengan ciri khas couture glamor dan tailoring yang sangat detail. Prestasi mereka kian membanggakan setelah menjadi desainer Malaysia pertama yang karyanya dipamerkan di Victoria & Albert Museum London sebagai bagian dari ekshibisi Naomi: In Fashion pada tahun 2024.
● Francis Libiran (Filipina): Desainer Filipina terkemuka ini terkenal karena gaya desainnya yang dramatis dan kaya detail artistik. Karyanya menonjolkan siluet tegas, potongan arsitektural, motif Art Deco, bordir rumit, dan penggunaan bahan premium seperti piña-jusi. Karya ikoniknya, Sinag Barong, bahkan sempat dikenakan oleh atlet Filipina pada Olimpiade Paris 2024.
● Frederic Lee (Singapura): Seorang couturier ulung dari Singapura yang karyanya selalu memadukan unsur teaterikal dengan warisan Asia yang kuat. Sejak 1998, Lee telah berulang kali meraih penghargaan The Best of Singapore dari Singapore Tatler. Gaya desainnya menonjolkan potongan dramatis, bordir dan beading yang intens, serta simbolisme budaya yang dituangkan dalam couture yang flamboyan dan sangat ekspresif













