Menjaga Kesehatan Mental dan Spiritual: Pesan Penting dari dr. Rusli Zainudin dan Aldi Taher

JD. id, Jakarta — Di sela-sela acara gala premier Film Mawang di Jakarta, dokter spesialis penyakit dalam dr. Rusli Zainudin, Sp.PD yang juga dikenal memiliki bakat di bidang musik sebagai penulis lagu dan penyanyi membahas pentingnya perawatan kesehatan jangka panjang bagi para penyintas kanker.

Dalam kesempatan itu, dr. Rusli mengingatkan pentingnya menjaga kestabilan fisik dan psikis secara seimbang, khususnya bagi para penyintas kanker.

“Seorang penyintas kanker, kita harus menjaga kondisi fisik dan mental secara seimbang. Selain itu, perlu meluangkan waktu untuk istirahat dan healing, serta tidak melulu fokus pada pekerjaan. Tubuh kita ibarat mesin; jika dipakai terus-menerus tentu akan panas. Oleh karena itu, ada waktunya bagi tubuh untuk diistirahatkan dan dijaga.” ujar Rusli.

Pandangan medis tersebut langsung dikonfirmasi oleh pengalaman nyata Aldi Taher, yang juga merupakan seorang penyintas kanker. Ia blak-blakan menceritakan momen ketika mentalnya sempat jatuh (down) akibat beban pikiran serta efek samping setelah terlalu mendalami peran dalam proyek film horor Mawang.

​”Susah, susah, susah!. Saya akhirnya banyak terpengaruh oleh akal pikiran negatif dan sempat merasa down selama sekitar 8 bulan. Seperti kata Pak Dokter tadi, saat pikiran kita down, itu karena kita jauh dari Tuhan. Teman-teman di luar sana mungkin terlihat ceria dan happy, tetapi kita tidak pernah tahu pergolakan batin yang ada di dalam diri mereka. Yang pasti, hanya kepada Yang Maha Kuasa kita memohon kesembuhan 100 persen.”

​Menutup perbincangan, ia turut mengingatkan pentingnya bersandar kepada Sang Pencipta agar senantiasa diberikan ketenangan dan jalan keluar dari setiap ujian hidup:

​”Percayalah, Tuhan, Allah itu lebih besar dari ujian yang kita hadapi dan insyaallah ada jalan keluarnya.” Pungkas Aldi.

​Melalui perjumpaan ini, terselip pesan kuat bahwa senyum dan keceriaan di depan layar kaca terkadang menyimpan pergolakan batin yang berat.

0Oleh karena itu, menjaga keseimbangan antara fisik, waktu istirahat, rekreasi (healing), serta kedekatan spiritual menjadi kunci utama demi kewarasan mental para pejuang hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *