JOURNALDJAKARTA.id — Vaksinasi Gratis ‘Solidaritas Vaksin’ DPC PSI Jakarta Selatan menyelenggarakan Vaksinasi secara serentak pada tanggal 21 -27 Juli 2021 bertempat di SMK Pandawa Budi Luhur, Jakarta.

Wakil Ketua Komisi E dari Fraksi PSI DPRD DKI , Anggara Wicitra Sastroamijoyo mengatakan, kegiatan ini kami inisiasi untuk membantu teman- teman diwilayah, dalam hal ini kelurahan, kecamatan agar mendapat pencapaian angka vaksinasi yang maksimal.
” Banyak kita temukan kendala masyarakat ketika sentra vaksin jauh dari lokasi tinggalnya ini akan menjadi suatu hambatan buat mereka. Jadi untuk mendekatkan sentra vaksin ke wilayah penduduk antusias warga sangat baik sekali,” kata Anggara saat ditemui awak media di sela acara.
“Untuk pilot project kami yang pertama di DKI Jakarta. Dengan harapan setelah berhasil menjalankan beberapa posko nantinya akan menyasar wilayah jabodetabek terlebih dahulu,” ujar Anggara.
” PSI berharap, kita semua tetap diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan untuk menghadapi wabah pandemi ini. Dengan harapan sesegera mungkin kita menang dan pulih sebagai sebuah kota, sebuah negara Indonesia pada umumnya,” tutur Anggara.
Dikesempatan yang sama Ketua DPC PSI Kota Jakarta Selatan Patriot Muslim menyatakan, kegiatan vaksinasi gratis untuk Posko Vaksinasi PSI Jakarta Selatan menargetkan 500 orang dalam tujuh hari kedepan.
” Sebenarnya untuk tingkat DKI sudah melaksanakan satu bulan terakhir dan ada di beberapa lokasi yaitu di Wisma Samadi Jakarta Timur , dan ada juga di Kantor DPW PSI Gondangdia serta beberapa tempat lainnya,” kata Patriot.
” Untuk jenis vaksin yang digunakan Sinovac. Kami juga bekerjasama dengan tim medis puskesmas dan Dinas Kesehatan,”ujar Patriot.
Berdasarkan data yang dihimpun saat ini jumlah calon peserta yang tergalang sudah hampir mencapai angka 200 orang di hari pertama.
Sementara itu, untuk mekanisme penerima vaksinasi untuk remaja usia 17 tahun keatas, yang ingin divaksin, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah dengan membawa kartu identitas seperti KTP atau Kartu Keluarga atau dokumen lainnya yang mencantumkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) anak.
“Saya berharap warga bisa makin banyak yang mengikuti vaksin khusus DKI Jakarta agar menjadi percontohan wilayah lain,” pungkasnya.













