JD.id, Jakarta — Sebuah dunia mimpi yang ajaib menyambut para pengunjung—dipenuhi bunga-bunga fantasi yang menjulang tinggi, tekstur lembut, dan alas yang sangat nyaman. Ruangan ini dirancang sebagai tempat di mana rasa ingin tahu dan imajinasi dapat berkembang bebas, mengajak siapa pun untuk bermain, merasakan, dan menjelajah tanpa batas. Instalasi bertajuk The Playground ini merupakan hasil kolaborasi dari Behind the Vows sebagai konseptor, Steve’s Decor sebagai dekorator, Life is Tuft untuk karya seni dan tufting, serta pencahayaan dari deLiGHT.
Selanjutnya, pengunjung diajak memasuki The Egg in Forest—sebuah tempat berlindung yang tenang, berlumut, dan penuh kedamaian, menciptakan ruang di mana alam seolah bernapas. Di tengah ruangan, terdapat telur tembus pandang yang bersinar dan dipenuhi bunga-bunga. Telur ini menjadi simbol kehidupan, keajaiban, serta awal yang baru yang tenang dan murni.
Sebagai penutup, hadir The Dramatic Exit, ruangan dengan lapisan kain yang menjuntai anggun, menciptakan suasana yang dramatis dan penuh emosi. Layaknya perpisahan yang menggetarkan di akhir sebuah perjalanan fantastis, ruangan ini menghadirkan kesan yang mendalam. Konsep The Egg in Forest dan The Dramatic Exit juga dirancang oleh Behind the Vows, dengan dekorasi dari Steve’s Decor dan pencahayaan oleh deLiGHT.
Franciska Wijaya, Wedding Stylist dari Behind the Vows, mengatakan bahwa Jakarta Wedding Festival (JWF) adalah salah satu ajang penting dan selalu dinantikan dalam industri pernikahan.
“Bagi saya pribadi sebagai wedding stylist, JWF menjadi platform besar untuk berinteraksi langsung dengan calon pengantin maupun vendor. Kehadirannya berperan besar dalam memperkuat ekosistem industri pernikahan di Indonesia,” ungkap Franciska.
Sementara itu, Firya Adristi Pratiwi selaku Lead of Partnership and Public Relations dari Life is Tuft mengungkapkan bahwa JWF 2025 merupakan pengalaman yang menantang sekaligus menyenangkan bagi tim mereka. Life is Tuft membawa tiga karya yang memperkaya tema besar Flower Fantasy di pameran ini.
Tujuan mereka adalah memperkenalkan teknik tufting kepada khalayak yang lebih luas. Menurut Firya, tufting bukan hanya untuk membuat karpet, tetapi juga dapat menjadi elemen instalasi dan dekorasi berskala besar—bahkan untuk mewujudkan konsep pernikahan yang unik dan artistik.
“Kami mengerjakan rugs yang dibuat khusus untuk acara ini, dengan menggunakan beberapa teknik baru yang belum pernah kami tampilkan sebelumnya. Proses pengerjaannya rampung dalam waktu 11 hari—mulai dari pemilihan warna, penyusunan komposisi, hingga proses tufting itu sendiri,” jelas Firya.
Bagi para calon pengantin dan pengunjung yang ingin merasakan pengalaman terbaik dalam memilih vendor serta konsep pernikahan impian, Jakarta Wedding Festival 2025 masih berlangsung hingga 17 Agustus 2025, mulai pukul 10.00 – 22.00 WIB di Jakarta Convention Center (JCC).













