JD.id, Jakarta — Raffi Ahmad didampingi Hotman Paris angkat bicara terkait dugaan keterlibatan kasus dugaan pencucian uang di Jakarta Selatan, pada Senin, (5/2).
“Saya tidak mau lah untuk menjalankan atau pencucian uang seperti itu. Jadi, saya minta tolong kalau berita yang menyesatkan seperti ini atau merugikan seperti ini jangan lah, apa lagi ini kan tahun Pemilu,” ungkap Raffi.
Lebih lanjut Raffi mengatakan, “Saya juga memang menjadi salah satu Garda terdepan masuk lingkaran ring satu untuk salah satu paslon. Jadi sebelum aku masuk memang dikasih tahu apakah yakin?. Dan, ini pengalaman pertama. Akhir juga benar-benar kena.”
Raffi juga menuturkan, dirinya tidak menuntut permintaan maaf. “Enggak lah. Kita mah enggak gila-gila maaf. Makanya, saya enggak mau menduga-duga, saya cuma mau mengklarifikasi dan tabayun aja ,” tegas Raffi.
Ia berharap tidak ada lagi tudingan negatif yang merugikan dan menyesatkan. Seperti yang terjadi saat ini terkait pernyataan dari Ketua Umum DPP National Corruption Watch (NCW) Hanifa Sutrisna yang memberikan keterangan di media sosial bahwa NCW telah mengumpulkan bukti-bukti penting.
Ia menegaskan kembali, tudingan itu tidak benar. Karena, apa yang ia dapatkan selama ini menabung hasil kerjanya yang sudah dimulai sejak usia 13 tahun. Selain itu, Raffi juga memiliki 15 unit anak perusahaan RANS
Dikesempatan yang sama, Hotman Paris mengatakan, Di Indonesia termasuk kategori dimana jumlah penduduk “fitnah” nya terlalu banyak dan tukang nyinyir.
” Jadi kita harus selektif mana yang diajukan ke pidana atau tidak. Karena kami adalah pengusaha, kami memprioritaskan bekerja. Dan, kalau memang ada buktinya kaki siap menghadapi dimanapun,” tegas Hotman.
” Sekali lagi kami sangat kecewa, karena National Corruption Watch yang berkoar koar
katanya ada bukti ratusan transfer. Maka. kita undang hari ini. Satu transfer aja itu sudah cukup lumayan,” tungkas Hotman.













