JD.id, JAKARTA – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Presiden pertama RI, Soekarno. Yurike Sanger, istri ketujuh mendiang Soekarno, meninggal dunia di Amerika Serikat (AS) pada usia 81 tahun.
Almarhumah mengembuskan napas terakhir pada Rabu, 17 September 2025, pukul 19.15 waktu setempat, di San Gorgonio Memorial Hospital, California, AS.
Jenazah almarhumah telah tiba di Tanah Air dan disemayamkan di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Sosok Pejuang dan Nazar Dimakamkan di Indonesia
Salah satu putra almarhumah, Yudhi Sanger (dalam teks awal disebut Lintar Wardana), menceritakan sosok sang ibunda. Yudhi mengatakan, Yurike Sanger adalah figur ibu yang baik dan seorang pejuang atau fighter sejati.
“Mama sudah hidup di sana 30 tahun di Amerika. Dia itu apa adanya, seperti saya bilang, pejuang hidup. Apapun masalah yang dia hadapi, dia pasti hadapi sendiri sampai selesai,” ujar Yudhi saat ditemui di Rumah Duka RSPAD Jakarta, Minggu, 5 Oktober 2025.
Yudhi mengungkapkan, salah satu perjuangan panjang almarhumah adalah melawan kanker. “Dia itu mengidap kanker payudara dari 2013. Waktu itu dokter bilang bahwa hidupnya hanya enam bulan, tapi dia tetap pejuang. Tetap pejuang sampai sekarang. Tapi ya Tuhan sudah memutuskan bahwa dia dipanggil pada tanggal 17 September 2025 waktu Amerika,” tambahnya.
Meski telah lama menetap di AS, Yurike Sanger memiliki nazar agar jenazahnya dimakamkan di Indonesia. “Dia mau dimakamkan di tanah air. Jadi bagaimanapun juga kita usahakan harus dimakamkan di tanah air,” jelas Yudhi.
Apresiasi Bantuan Pemulangan Jenazah
Yudhi juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah membantu proses pemulangan jenazah. Ia secara khusus mengapresiasi kinerja Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Los Angeles.
“Saya juga mau terima kasih pada pemerintah Indonesia, khususnya Kemenlu yang sudah bantu kita. Yang tadinya saya tanya ke pemerintah di sana (AS), itu butuh waktu dua minggu sampai satu bulan, tapi ternyata dengan bantuan Kemenlu dan Konjen RI di LA, itu bisa tiga hari surat-suratnya sudah selesai,” paparnya.
Tertundanya pemulangan jenazah hingga awal Oktober 2025 dikarenakan pihak keluarga di AS memutuskan untuk mengadakan ibadah dan acara penghormatan terakhir (memorial service) di sana.
“Karena Mama sudah hidup di sana cukup lama, banyak komunitasnya, teman-temannya, kemudian saudara-saudaranya juga banyak, jadi perlu diadakan ibadah juga di sana, memorial service juga, hari Minggu lalu. Jadi setelah memorial service baru kita bisa kirimkan jenazahnya sekarang,” tutup Yudhi.
Di akhir pernyataannya, Yudhi Sanger mewakili keluarga memohon doa. “Kepada masyarakat kami mohon doa, terima kasih perhatiannya. Ibu Yurike Sanger telah meninggalkan kita semua, mudah-mudahan beliau diterima di sisi-Nya.”
Semasa hidupnya, Yurike Sanger dikaruniai empat anak dari pernikahan keduanya, yakni Yudhi Sanger, Wahyu, Eka, dan Putri.
Rencananya, almarhumah Yurike Sanger akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 6 Oktober 2025.













