Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Tahap I Ditargetkan Rampung Desember 2025

JD.id, PROBOLINGGO – Salah satu proyek infrastruktur paling strategis di Jawa Timur, Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi (Probowangi), segera memasuki fase akhir pembangunan.

Ruas Tol Probowangi Tahap I, segmen Probolinggo–Besuki sepanjang 49,68 kilometer, ditargetkan rampung pada Desember 2025.

Jalan Tol Probowangi sendiri memiliki total panjang 172,91 kilometer dengan nilai investasi mencapai Rp10,84 triliun.

Dari jumlah tersebut, estimasi biaya pembangunan konstruksi mencapai Rp7,90 triliun. Proyek besar ini dikelola oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (Jasa Marga Group) dan dibagi ke dalam dua tahap utama.

Tahap I adalah ruas Probolinggo–Besuki sepanjang 49,68 km, sementara Tahap II adalah Besuki–Banyuwangi sepanjang 126,10 km.

“Jalan Tol Probowangi ini mulai dibangun tahun 2023 dan kami targetkan penyelesaiannya tahun ini sampai Besuki,” ujar Dody. “Insyaallah akan kami lanjutkan sampai Banyuwangi.”

Jika beroperasi fungsional, ruas Tahap I ini diyakini dapat menghemat waktu tempuh perjalanan hingga 30 menit, sekaligus mengurangi kepadatan arteri nasional di kawasan Tapal Kuda.

Ruas tol sepanjang hampir 50 kilometer ini akan menjadi bagian dari jalan tol terpanjang di Jawa Timur.

Menariknya, jalur ini dibangun di kawasan yang dikenal memiliki tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang rendah.

Kabupaten Probolinggo, sebagai salah satu wilayah yang dilewati, mencatat TPT hanya 2,92 persen per Agustus 2025, menempati urutan ketujuh terendah se-Provinsi Jawa Timur.

Dengan kondisi ini, kehadiran tol diproyeksikan semakin memperkuat aktivitas ekonomi setempat. Mobilitas pekerja, arus barang, serta akses industri dan pariwisata dipastikan makin efisien.

Dampak Ekonomi: Logistik, Pariwisata hingga Pertanian

Tol Probowangi menjadi salah satu penghubung vital untuk wilayah Tapal Kuda, yang meliputi Kabupaten dan Kota Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, hingga Banyuwangi.

Jika beroperasi penuh, tol ini diperkirakan membawa dampak ekonomi signifikan.

Dampak tersebut terutama terasa pada sektor logistik, di mana arus barang akan semakin lancar. Selain itu, akses menuju destinasi pariwisata dan sentra pertanian akan semakin mudah dan cepat, mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *