Berita  

Kapten Asnar: Praktisi Maritim Harus Kompeten dan Siap Bersaing di Level Internasional

JD,Jakarta— Indonesia Maritime Week 2025 yang digelar di Jakarta International Convention Centre pada 26–28 Mei 2025 menjadi ajang penting bagi para pelaku industri maritim. Acara ini diikuti oleh berbagai perusahaan besar dalam sektor kelautan dan perkapalan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Ikatan Nahkoda Niaga Indonesia (INNI), Kapten Asnar Hibul Gapul Sitompul, menekankan pentingnya kompetensi dan keberanian bagi para praktisi maritim, khususnya nahkoda.

“Seorang nahkoda harus berani dan mampu mengendalikan kapal-kapal besar. Dengan kemampuan tersebut, kita bisa terus melebarkan sayap dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Kapten Asnar.

Ia menambahkan bahwa tenaga kerja maritim Indonesia telah banyak mendapat pengakuan internasional. “Banyak nahkoda Indonesia yang mendapat apresiasi dari luar negeri karena kualitasnya. Namun, mekanisme dan pengaturan pengiriman tenaga kerja kita ke luar negeri masih kurang optimal,” katanya.

Menurutnya, kerja sama dengan perusahaan pelayaran asing harus diperkuat. “Kapal kita banyak. Tidak seperti tahun 1970-an saat saya masih kadet. Saya sempat mengikuti pertemuan IMO (International Maritime Organization) di London pada 2019. Kita harus terus berkembang dan jangan terhambat oleh kelemahan yang ada,” katanya.

Kapten Asnar juga menyampaikan harapannya agar pemerintah lebih memperhatikan nasib para pelaut dan praktisi maritim. “Presiden Prabowo Subianto punya perhatian besar terhadap sektor maritim. Kami berharap pemerintah bisa lebih aktif dalam membina dan menata sektor ini, termasuk melalui dukungan nyata di forum internasional seperti IMO,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar delegasi dari asosiasi-asosiasi profesi maritim dilibatkan dalam pertemuan internasional, tidak hanya wakil dari pemerintah. “Ini sebagai bentuk kebersamaan agar kebijakan yang dibuat lebih representatif,” tambahnya.

Lebih jauh, Kapten Asnar yang juga menjabat sebagai Sekjen Forum Masyarakat Maritim Indonesia (FMMI) dan praktisi di PRAMARIN, menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

“Indonesia adalah negara kepulauan dengan empat alur laut penting: Selat Sunda, Selat Karimata, wilayah Ambon, dan perairan utara. Lalu lintas kapal di alur ini menjadi sumber pemasukan negara yang harus kita kelola bersama demi kepentingan nasional,” katanya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk merangkul dan memperkuat regulasi demi kemajuan bersama. “Praktisi maritim harus bersatu, memikirkan solusi dari level paling darurat hingga ke level terbawah, agar tidak terjadi kesenjangan. Kita harus saling melindungi demi kemajuan sektor maritim Indonesia,” tegas Kapten Asnar, yang didampingi oleh Kapten Safin Hamid.

Kapten Asnar menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa sektor maritim adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan nelayan dan pekerja di wilayah pesisir harus menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. (Asty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *