Daerah  

Kemendikbudristek Tetapkan 289 Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2021

JD.id, Jakarta — Kementenan Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan kembali menetapkan 289 Wansan Budaya Takbenda (WBTb) yang ada di 28 provinsi sebagai Wansan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2021 Penetapan ini ditandai dengan penyerahan sertifikat penetapan WBTb secara langsung oleh Direktur Jenderal Kebudyaan, Hilmar Fand kepada Gubernur, Wakil Gubernur, dan Kepala Dinas pengusul yang membidang! kebudayaan tingkat provinsi, di Gedung Plaza Insan Berprestasi Kemendikbudristek, Jakarta, pada Selasa malam (7/12).

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) dalam sambutannya mengatakan  penetapan WBTb Indonesia im adalah upaya pemenntah pusat dalam menjaga nilai-nilai asli dan bangsa indonesia. “WBTb ini merupakan filosofi, sumber pengetahuan, dan juga identitas bangsa Indonesia Oleh karena itu, saya ucapkan selamat kepada Bapak/Ibu Kepala Daerah, budayawan serta masyarakat umum yang telah mengupayakan penetapan int. Kebudayaan adalah sesuatu yang hidup dan menghidupi, memben kita nyawa dan budi,” terang Menteri Nadiem secara virtual.

Untuk itu, lanjut Menteri Nadiem, penetapan WBTb ini tidak boleh berhenti hanya sampai penyerahan sertifikat WBTb, tetapi harus menindak lanjutnya dengan atraksi nyata sebagai bentuk tanggungjawab dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan Indonesia “Semangat pelestarian dan pemajuan ini harus dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk para pelajar sebagai generas: pewans dan penerus kebudayaan. Baik itu melalui festival, seminar, sarasehan, workshop atau bahkan dapat masuk ke dalam kunkulum pendidikan yang membangkitkan semangat pelestarian Wansan Budaya Takbenda,” ujar Menten Nadiem.

” Melatui kanal Indonesiana, kata Menteri Nadiem, dapat menjadi ruang kolaboratif bagi seniman, budayawan, dan Masyarakat untuk berkreasi, untuk belajar, untuk mengenal, dan memaknai kembali identitas bangsa sebagai manusia Indonesia. “Mari kita buat inisiatif inisiabf seperti festival, seminar, sarasehan, atau lokakarya yang bersifat kolaboratif sebagai kanal budaya pertama di Indonesia,” ajak Mendikbudristek.

Ke depannya, Mendikbudristek berharap warisan-warisan ini menjadi harta yang dikenal oleh masyarakat dunia dan membawa Indonesia melompat ke masa depan. “Dengan semangat pemajuan kebudayaan, mari kita terus bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar, Merdeka Berbudaya,” ajak Menteri Nadiem.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Hilmar Farid dalam laporannya mengatakan penyerahan sertfikat WBTb ini merupakan apresiasi dan penghargaan Kemendikbudristek kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam penetapan WBTb sebagai upaya melestarikan warisan budaya bangsa

Pada tahun 2021, terdapat 859 WBTb yang diusulkan oleh 33 provinsi. Namun, melalui proses penilaian dan Sidang penetapan, tim ahli WBTb merskomendasikan 289 warisan budaya takbenda untuk ditetapkan sebagal WBTb Indonesia Dengan demikian, sejak dimulainya penetapan WBTb Indonesia pada tahun 2013 sampai sekarang, Indonesia kini memiliki 1.528 WBTb Indonesia yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

“Hal terpenting setelah adanya penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia adalah komitmen pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten kota, pamangku kepentingan di bidang kebudayaan, dan masyarakat untuk terus melestarikan Warisan Budaya Takbenda tersebut agar tidak punah, diklaim oleh negara lain, dan menjaga eksistensinya secara turun temurun,” tutur Hilmar Farid.

Untuk mewujudkannya, kata Hilmar Farid, tentu saja diperlukan sinergi yang baik antara pemenntah pusat, pemerintah daerah, pemangku kepentingan di bidang kebudayaan, dan masyarakat melalui upaya pel ndungan,

pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan sebagaimana amanat Undang-undang No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Selain Gubernur, Wakil Gubemur, dan Kepala Dinas pengusul yang membidangi kebudayaan, turut hadir pula tm

ahli W8Tb Indonesia, Kepala Balai Pelestanan Nilai Budaya se-Indonesia, budayawan, dan beberapa peyabat struktural di lingkungan Kemdikbudristek.

Untuk lebih memperkenalkan WBTb yang sudah ditetapkan, dalam penyerahan serbfikat penetapan WBTb, Oitjen Kebudayaan juga menampilkan dan menyajikan WBTb Indonesia dari beberapa daerah, yaitu kesenian Gambyong Retno Kusumo dari Kota Surakarta, kesenian Wayang Topeng Kedungpanjang Soneyan dari

Kabupaten Pati, kesenian Krumpyung Kedung dari Kabupaten Purbalingga, kesenian Ganjur dan Kabupaten Kuta Kartanegara, dan kesenian Okol Desa Setro dari Kabupaten Gresik.

Selanjutnya, ada kesenian Musik Tong-Tong Sumenep dari Kabupaten Sumenep, kesenian Jaranan  dari Kabupaten Blitar, kesenian Gandang Tasa dari Kabupaten Padang Pariaman, kesenian Talempong Pac k dan Bansi dari Kabupaten Tanah Datar, kesenian Saluang dari Kabupaten Bukittinggi, kesenian Talo Balak dan Tari Melinting dari Kabupaten Lampung Utara/Way Kanan, kesenian Syair Antau Kopa dari Provinsi Riau, kesenian Tari Moyo dari Kabupaten Nias, dan kesenian  dari Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Disamping itu, ada juga kuliner Mendoan Banyumas dari Kabupaten Banyumas, kuliner Gulo Puan dari Kabupaten Ogan Komering llir, Kuliner Cakee Sumenep dari Kabupaten Sumenep, kuliner Pengkang dari Kabupater Mempawah, kuliner Teh Kawa Daun dari Kabupaten Tanah Datar, kuliner Halua Kanari dan Coklat Sulamina dai Kabupaten Sula, Maluku Utara, kuliner Ledre dari Kabupaten Bojonegoro, kerajinan souvenir Jemparingan dan Provinsi D.I. Yogyakarta, dan kerajinan souvenir gantungan kuning berlogo Coka Iba dari Provinsi Maluku Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *