JD.id, Jakarta – Salah satu produk yang mencuri perhatian di ajang Food & Hotel Indonesia (FHI) 2025 adalah keripik buah merek Fu. Dibawah naungan PT Adara Nusantara Indonesia, produk ini tak sekadar camilan biasa. Nama “Fu” sendiri diambil dari bahasa Mandarin yang berarti Berkah, kebahagiaan, keberuntungan, atau kemakmuran, sebuah filosofi yang ingin dihadirkan dalam setiap potongan keripiknya.
Ani selaku Owner Fu mengatakan, Keripik buah merek Fu hadir dengan total 14 varian, mulai dari keripik buah seperti pisang, strawberry, hingga varian lain seperti keripik singkong, keripik kentang, ubi ungu, dan chistik. Meskipun baru diluncurkan pada Maret 2025, produk ini sudah masuk ke beberapa modern market seperti Grand Lucky, Happy Mart, K3 Mart, dan Alun-Alun Indonesia.
Harga jualnya berkisar antara Rp27.500 hingga Rp78.000, tergantung jenis dan ukuran. Walau tergolong premium, keripik buah Fu tetap mendapat sambutan hangat dari konsumen. Banyak yang penasaran karena ini adalah keripik buah asli, bukan hanya rasa buatan. “Buahnya kita pilih ketat. Dari hasil panen, bisa 35 persen kita buang karena nggak layak. Jadi yang masuk produksi itu benar-benar matang dan berkualitas,” ujar Ani saat ditemui awak media di booth pameran FHI 2025 di Jakarta (22/7).
Bahkan, jika sedang tidak musim, seperti mangga saat ini, mereka memilih untuk tidak memproduksi ketimbang menurunkan standar.
Yang juga membuat produk ini unik adalah kemasannya. Setiap kemasan menyimpan cerita di balik proses produksinya dari mana buah berasal, hingga bagaimana ia dipilih dan diolah. Ini menjadi nilai tambah yang membuat konsumen merasa lebih dekat dengan produknya. “Kita ingin konsumen tahu bahwa yang mereka makan itu punya cerita, bukan sekadar snack,” ujarnya.
Dari semua varian, ada tiga rasa yang paling diminati pengunjung FHI 2025: strawberry, pisang aren, dan pisang keju. Ani mengaku senang karena banyak pengunjung yang datang ke booth justru karena penasaran. “Banyak yang bilang baru kali ini lihat keripik buah yang benar-benar dari buah asli,” ucapnya.
Keikutsertaan dalam FHI 2025 ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan merek Fu ke pasar yang lebih luas. Tak disangka, respons yang didapat justru melebihi ekspektasi.
“Ada yang datang dari Singapura, bahkan dari Rusia, mereka tertarik buat ekspor. Padahal niatnya cuma mau branding,” kata Ani.
Walau masih dikerjakan secara mandiri dan belum memiliki distributor resmi, Ani yakin produknya bisa naik kelas. Ia menyebut keripik buah Fu sebagai UMKM yang sedang naik level.
Saat ini, sertifikasi halal untuk produk ini masih dalam proses. Namun, Ani memastikan seluruh proses produksi tetap mengutamakan kualitas dan kebersihan. Mengusung konsep camilan sehat dengan bahan berkualitas, keripik buah merek Fu juga dikemas secara apik, lengkap dengan cerita asal-usul produknya. Hal ini membuat konsumen tidak hanya menikmati rasa, tetapi juga memahami perjalanan di balik setiap kemasan. Keripik buah merek Fu pun hadir sebagai pilihan baru di dunia snack Indonesia yang layak diperhitungkan.













