Ketua Forum Komunikasi Antar Media, Harry Mengagumi Gerakan Sosial Yayasan Buddha Tzu Chi

JOURNALDJAKARTA.id– Yayasan Buddha Tzu Chi merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan.

Ketua Forum Komunikasi Antar Media, Harry sangat mengagumi gerakan sosial Yayasan Buddha Tzu Chi. Hal ini diungkapkan dalam rilisnya yang diterima awak media, Minggu, 12 Juli 2021.

“Buddha Tzu Chi, organisasi yang menjadi contoh baik di Indonesia,” kata Harry.

Kekaguman akan organisasi sosial ini ternyata sudah Harry perhatikan cukup lama, dan banyak sudah kegiatan sosial Buddha Tzu Chi lakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat .

“Karena kalau saya perhatikan dari awal sampai sekarang , sangat berguna buat pemerintah dan rakyat Indonesia,” ujar Harry yang juga menjabat Pembina Happy Family Barokah.

Harry terharu dengan kegitan sosial yang selama ini telah dilakukan oleh Buddha Tzu Chi yang dapat membantu meringankan beban masyarakat sejak dulu hingga sampai saat ini di masa pandemi COVID-19.

“Sebelum pendemi COVID-19 datang saja , aksi sosial Yayasan Buddha Tzu Chi selalu memberi berbagai bantuan seperti, sembako, pengobatan gratis, santunan dan lainnya. Apalagi pandemi Corona datang, dengan cepat Yayasan Buddha Tzu Chi memberi bantuan ke pemerintah atau ke masyarakat langsung sampai ke pelosok- pelosok,” tutur Harry.

Tidak hanya itu saja, harry menjelaskan ada juga pemberian vaksin COVID-19 yang juga telah dilakukan yakni, ditanggal 4 April 2021 dengan target 652 orang, dan dilanjutkan vaksin massal di kantor perwakilan Batam pada Rabu 16 Juni 2021, yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj. Marlin Agustina dan Walikota Batam H. Muhammad Rudi SE , M.M .

Lain dari itu, selama PPKM berlaku Yayasan Buddha Tzu Chi telah memberi bantuan puluhan ribu ton beras, untuk wilayah Jawa dan Bali. Belum lagi kegiatan Baksos di Papua, yang dilakukan oleh tokoh Buddha Tzu Chi yang bernama Djumo Matini .

“Itu contoh kegiatan yang sangat baik dari Yayasan Buddha Tzu Chi, yang selalu berkordinasi serta bersinergi dengan pemerintah, Polri, TNI dan lembaga lainnya,” pungkasnya.

Terkait Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, khusus Pulau Jawa dan Bali yanh terhitung mulai 3 Juli sampai dengan 20 Juli 2021. bersamaan dengan pembatasan ruang gerak masyarakat dalam hal ini Harry berharap pada pemerintah dalam menyediakan Bansos diberikan merata, dikarenakan, ia sendiri mengalami hal yang tidak menyenangkan karena selama ini belum pernah dapat Bansos apapun dari Kemensos ataupun Dinsos yang disalurkan melalui RT ,RW atau Kelurahan.

“Padahal saya sebagai warga negara punya hak untuk mendapatkan, ternyata yang punya data ganda diberikan terus . Saya selalu mengikuti arahan pemerintah diam dirumah , divaksin dan lainnya, ternyata keluarga saya buat makan saja bingung , tolong pemerintah perhatikan rakyaknya , jangan cuma merintah dan janjikan terus ,” tegas Harry dengan nada agak kesal .

Harry mengusulkan pemerintah mengkaji ulang data penerima bansos agar alokasi dana bisa dapat diterima merata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *